nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UN Ditiadakan, Mendikbud Nadiem Ungkap Cara Tentukan Kelulusan Siswa

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 25 Maret 2020 16:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 25 65 2188878 un-ditiadakan-mendikbud-nadiem-ungkap-cara-tentukan-kelulusan-siswa-H2c4cVa765.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemeritah telah memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional pada tahun ajaran 2019/2020. Aturan itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, mengenai mekanisme ujian sekolah, bahwa ujian atau tes yang yang diselenggarakan dalam bentuk tatap muka tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilakukan sebelum terbitnya edaran ini.

Menteri Nadiem Apresiasi Karya Ilmiah Inovasi Guru dan Siswa Binaan YPA_MDR

"Ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya," ujar dia pada keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2020).

Dia menjelaskan, sekolah yang telah melaksanakan ujian sekolah dapat menggunakan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Bagi sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah berlaku ketentuan. Seperti, pertama kelulusan Sekolah Dasar (SD)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir (kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 semester gasal).

Melihat Kesiapan Siswa SMA 68 Jakarta Sebelum Mengerjakan Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer

Kemudian lanjut dia, nilai semester genap kelas 6 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan. Kedua kelulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) /sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.

"Nilai semester genap kelas 9 dan kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan dan ketiga kelulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/sederajat ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan," ungkap dia

Adapun kenaikan kelas dilaksanakan dengan ketentuan (a) ujian Akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya edaran ini; (b) UAS untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

"Baik Ujian Sekolah maupun Ujian Akhir Semester dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini