nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ODP dan PDP Covid-19 di Bengkulu Banyak Diderita Usia Produktif

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 11:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 340 2189153 odp-dan-pdp-covid-19-di-bengkulu-banyak-diderita-usia-produktif-P20lHSWC4W.jpg Ilustrasi virus corona. (Foto: Shutterstock)

BENGKULU – Kasus orang dalam pemantauan (ODP) terkait corona virus disease (Covid-19) di Provinsi Bengkulu bertambah 1. Jadi, total ODP di sana sebanyak 29 kasus. Sementara PDP masih 3 kasus, 1 di antaranya meninggal dunia.

Lalu ODP dinyatakan sehat 6 orang, ODP dalam proses pemantauan 23 orang. Dengan total kasus ODP dan PDP di Provinsi berjuluk "Bumi Rafflesia" hingga pukul 17.01 WIB kemarin sebanyak 32 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan tambahan 1 kasus ODP berasal dari Kota Bengkulu, berjenis kelamin perempuan, berusia 77 tahun, dengan riwayat bepergian dari Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

Kasus ODP tambahan itu, jelas dia, sudah diambil spesimen swab (cairan) tenggorokan. Selain itu, ODP tersebut memiliki penyakit penyerta lain yang diderita, sehingga mesti dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

"Tambahan kasus 1 ODP. Total ODP 29 kasus, 3 PDP, 1 di antaranya meninggal dunia, dan 6 orang dinyatakan sehat. Total 32 kasus," kata Herwan dalam konferensi pers di kantornya, Rabu 25 Maret 2020.

Info grafis virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Berdasarkan kelompok umur kasus ODP dan PDP di Bengkulu, terang dia, terbanyak diderita orang berusia produktif atau 20 hingga 24 tahun. Disusul umur 55 sampai 69 tahun. Lalu usia 15 hingga 19 tahun.

Ia mengatakan, jika dilihat dari jenis kelamin kasus ODP dan PDP di Bengkulu, banyak diderita laki-laki. Namun, kasus ODP dan PDP tidak ada penambahan. Bengkulu pun masih masuk 10 provinsi zona hijau.

"Kasus ODP dan PDP di Bengkulu banyak diderita pada usia produktif, dari usia 20 hingga 24 tahun," ungkapnya.

Herwan menambahkan, untuk hasil spesimen swab tenggorokan PDP meninggal berinisial RH asal Kota Bengkulu belum ada dari Laboratorium Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan.

''Belum ada hasil lab. Semoga besok hasil lab sudah bisa diketahui atau keluar,'' pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini