nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Kelangkaan, Pemkot Semarang Target Produksi 5 Ribu APD Rampung Sepekan

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 01:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 26 512 2189597 atasi-kelangkaan-pemkot-semarang-target-produksi-5-ribu-apd-rampung-sepekan-8pyc9VckEg.jpg Alat pelindung diri. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengebut pembuatan alat pelindung diri (APD) jenis pakaian hazmat bagi petugas medis yang merawat pasien kasus virus corona (Covid-19). Produksi APD itu ditargetkan kelar pada 30 Maret dan langsung didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

“Target selesai 30 Maret, bisa,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada awak media, Kamis (26/3/2020).

Dia menjelaskan, pembuatan pakaian hazmat setelah pihaknya mendapat informasi kelangkaan APD di rumah sakit. Padahal, APD sangat diperlukan petugas medis agar tak tertular Covid-19 dari pasien.

“Ya keterbatasan alat pelindung diri (APD) yang ada di Kota Semarang kita siasati dengan mengoptimalkan fungsi BLK (Balai Latihan Kerja) yang dimiliki Pemkot kebetulan di situ ada adik adik yang lagi training menjahit,” katanya.

Ini Pakaian APD untuk Kasus Virus Korona

Pria yang akrab disapa Hendi itu memastikan APD yang diproduksi telah memenuhi standar kesehatan sehingga aman digunakan tenaga medis. Setelah selesai dijahit, APD akan disterilisasi di RSUD KRMT Wongso Negoro Semarang.

“Bahan-bahannya juga sudah kita sesuaikan dengan bahan standar untuk APD. Termasuk kita sudah mencari (bahannya-red) di Semarang dan Solo. Ini ditargetkan sekira 5.000 APD bisa diselesaikan dalam waktu seminggu ini,” ucapnya.

Nantinya, 5.000 APD tersebut akan dibagikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Semarang yang membutuhkan. Proses distribusi diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Semarang yang akan menentukan rumah sakit tujuan.

Baca Juga : Gubernur Jateng Dorong RS Kariadi Semarang Sediakan Laboratorium Covid-19

“Harapan saya ini untuk memenuhi kebutuhan di RS Wongso Negoro, maupun sisanya di beberapa rumah sakit yang nanti menjadi rumah sakit nomor 3,” ujarnya.

“Nomor 1 itu rumah sakit yang ditunjuk Kementerian Kesehatan, nomor 2 itu rumah sakit yang ditunjuk provinsi. Kita support untuk rumah sakit yang nanti akan kita tunjuk,” tuturnya.

Baca Juga : Update Corona di Jateng: PDP dan ODP Melonjak, Jumlah Pasien Positif Tetap

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini