Kasus Virus Corona di Malaysia Terbanyak dari Klaster Tablig Akbar di Petaling

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 18 2189740 kasus-virus-corona-di-malaysia-terbanyak-dari-klaster-tablig-akbar-di-petaling-sZATCsR7fC.JPG Masjid Jamek, Sri Petaling di pinggiran Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto/Strait Times)

PETALING - Kementerian Kesehatan Malaysia mendeteksi lima generasi keluarga kasus positif virus corona terkait tablig akbar di Masjid Seri Petaling, pada bulan lalu.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan para jamaah yang menghadiri tablig telah menginfeksi keluarga mereka.

"Jika kita melihat klaster tablig, ada 711 kasus dan kasus ini menyebar ke keluarga mereka, yang merupakan generasi pertama,” ujarnya mengutip The Star, Jumat (27/3/2020).

"Anggota keluarga mereka menginfeksi tetangga mereka, dan tetangga ini menginfeksi teman-teman mereka. Kami telah melihat lima generasi infeksi. Setiap orang yang menginfeksi individu lain, ada lima generasi," tuur Dr Noor.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Menjadi Pusat Pandemi Virus Corona karena Buruknya Layanan Kesehatan

Baca juga: Brasil Ubah Stadion Terbesar Amerika Selatan Jadi RS Lapangan bagi Pasien Corona

Ia menambahkan kasus virus corona di Malaysia, terbanyak berasal dari klaster tablig dengan presentase 55 persen, atau 1.117 dari 2.031 kasus.

Foto/Okezone

Lebih dari setengah dari 23 kematian kasus virus corona di negeri jiran itu, juga terkait dengan klaster tablig akbar di Masjid Jamek, Petaling di pinggiran Kuala Lumpur.

Pertemuan tablig dari 27 Februari hingga 3 Maret itu menghadirkan sekitar 16.000 jamaah, dengan 1.500 di antaranya adalah warga asing dari 25 negara yang berbeda.

"Kita harus menentukan bagaimana kita akan mengidentifikasi kontak dekat para jamaah yang menghadiri tablig. Yang pertama adalah anggota keluarga mereka dan yang kedua mungkin teman-teman mereka. Penyelidikan ini rumit dan akan memakan waktu," kata Dr Hisham.

Dia mengatakan dari 13.762 peserta tabligh, 9.327 telah diambil sampelnya untuk diuji.

Sementara ini baru 1.117 sampel diuji positif, total 5.646 negatif sedangkan 2.564 masih menunggu hasil.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini