nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Kasus Corona di Kota Semarang Meningkat, 14 Orang Positif

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 02:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 512 2189601 tren-kasus-corona-di-kota-semarang-meningkat-14-orang-positif-gWR5GmXbl2.jpg Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)

SEMARANG – Kasus penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Semarang, Jawa Tengah, patut diwaspadai karena angkanya semakin meningkat. Tercatat 14 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan 1 di antaranya meninggal dunia.

“Tadi pagi pendataan terhadap ODP yang tadinya 1.150 alhamdulillah ini tinggal 650 sekian. Jadi ada sekira 300 sekian yang sudah sudah lewat masa 14 harinya dan sehat,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (26/3/2020).

Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) menunjukkan peningkatan. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang. Pasien-pasien yang menjalani observasi di runag isolasi ini sebagian berasal dari luar Semarang.

“Kemudian masuk ke PDP (pasien dalam pengawasan) semakin berkembang mencapai 94 PDP. Ada di semua rumah sakit di Kota Semarang, yang 14 orang adalah orang dari luar kota, yang warga Semarang 80,” tuturnya.

Ilustrasi. (Shutterstock)

“Nah yang penderita positif Covid-19 hari ini disampaikan mencapai 14 orang positif di Kota Semarang. Yang 4 dari luar kota, yang 10 warga Semarang, 1 di antaranya telah meninggal dunia,” ucapnya.

Mencermati peningkatan kasus penyebaran virus corona, dia meminta masyarakat mengikuti anjuran pemerintah. Menghindari kerumunan dan tidak keluar rumah merupakan cara yang tepat untuk mencegah penularan.

“Artinya tren 3 hari terakhir perkembangan ini bukan tren turun, tapi tren naik. Tiga hari yang lalu saat saya memimpin apel, yang kena Covid-19 ada 5 orang, sekarang sudah 14 orang,” ucapnya.

Baca Juga : Pemudik Zona Merah Corona Masuk Jateng, Pemprov Gandeng TNI- Polri

“Makanya kepada seluruh warga Semarang khususnya, ayo diikutin anjuran pemerintah kalau enggak perlu banget enggak usah keluar, enggak usah nongkrong. Kalau memang harus makan bungkus saja atau gunakan layanan online. Ini sangat membantu kerja pemerintah di bidang kesehatan, terutama untuk menurunkan tren PDP maupun yang positif corona di wilayah masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga : Update Corona di Jateng: PDP dan ODP Melonjak, Jumlah Pasien Positif Tetap

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini