nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disdik Kota Bandung Wacanakan Perpanjang Siswa Belajar di Rumah

CDB Yudistira, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 14:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 65 2189887 disdik-kota-bandung-wacanakan-perpanjang-siswa-belajar-di-rumah-Ckl90eKuaz.jpg Ilustrasi siswa sekolah. (Foto: Dok Okezone)

BANDUNG – Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mempertimbangkan perpanjangan masa belajar di rumah bagi para siswa. Hal ini melihat perkembangan situasi wabah corona virus disease atau covid-19 di Indonesia, khususnya Kota Bandung.

"Kalau melihat perkembangan dengan semakin meningkatnya persebaran covid-19, melihat angka bertambahnya ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan), kemungkinan kita beri usulan kepada pimpinan untuk memperpanjang masa belajar di rumah," beber Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar, Kamis 27 Maret 2020.

Ia menilai perpanjangan masa belajar di rumah itu perlu untuk menjaga agar wabah virus corona tidak terus meluas. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Disdik Provinsi Jawa Barat untuk mempertimbangkan jangka waktu masa belajar di rumah.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, juga mempertimbangkan keputusan nasional dari Kementerian Pendidikan," katanya.

Kendati perlu memperpanjang masa belajar di rumah, ia memastikan perangkat pembelajaran dan mekanisme evaluasi hasil belajar sudah dipersiapkan. Ia berharap seluruh komponen pendidikan bisa bekerja sama.

"Kita sudah mempersiapkan beberapa perencanaan, rancangan persiapan, panduan belajar-mengajar. Kita sudah ada. Jadi kalau ada kebijakan misalnya diperpanjang, penilaian hasil belajar juga ada penyesuaian," katanya.

Penilaian tersebut bisa berasal dari hasil pembelajaran daring, model portofolio, dan beberapa penugasan kepada siswa. Demikan halnya dengan ujian nasional yang sudah dihapuskan oleh pemerintah pusat.

"Hal positifnya dari tidak ada UN itu hasil prestasi siswa dari semester I, II, dan seterusnya menjadi lebih berharga karena ada penilaian dari nilai rapor," jelasnya.

Hikmat pun berharap agar para siswa bisa segera belajar seperti sedia kala. Sebab, ia mengaku banyak menerima informasi dari para siswa yang sudah rindu ingin kembali ke sekolah.

"Ada banyak masukan dari para orangtua, mungkin biasanya anak belajar di sekolah sekarang harus di rumah. Termasuk siswa yang sudah kangen dengan guru-gurunya. Tapi ini jadi momentum yang baik agar orangtua bisa lebih dekat dengan anak," ucapnya.

Kendati bukan tanpa kendala, Hikmat mengemukakan sebagian besar pembelajaran bisa berlangsung dengan lancar. Sekolah juga menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik bagi siswa yang terkendala dalam mengakses materi secara daring.

"Situasi ini harus dipahami oleh semua pihak. Kekurangan ada, tapi sedikit demi sedikit kita sempurnakan. Semua pihak baik orang tua, siswa, dan para guru saling melengkapi sistem ini," tuturnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini