nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Corona, UI Kembangkan 2 Alat Disinfektan Sinar Ultraviolet

Rani Hardjanti, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 14:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 27 65 2189911 atasi-corona-ui-kembangkan-2-alat-disinfektan-sinar-ultraviolet-q8VR7xtSKA.jpg Alat sinar ultraviolet hasil Tim Peneliti UI. (Foto: Dok UI)

JAKARTA – Tim Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengembangkan dua prototipe alat untuk membunuh sumber penyakit berupa virus dan bakteri menggunakan sinar ultraviolet (UV).

Kedua alat tersebut dipegang di tangan (hand held sterilizer) dan ditempel di dinding (room sterilizer) yang khusus dirancang untuk keperluan medis.

Alat-alat itu akan sangat membantu rumah sakit yang saat ini kewalahan mendapat alat bantu disinfektan akibat kelangkaan maupun karena melambungnya harga di tengah wabah corona virus disease atau covid-19.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Profesor Dr rer nat Abdul Haris mengatakan penanganan wabah corona adalah tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.

"Untuk itu kami berupaya mengerahkan tim ahli dan peneliti di lingkungan UI untuk bersama-sama mengembangkan instrumen yang bisa membantu tenaga kesehatan kita dalam menjalankan tugas di tengah wabah yang melanda berbagai daerah di Indonesia dan sudah menelan korban jiwa yang tidak sedikit," jelas dia dalam keterangannya, Jumat (27/3/2020).

Ia menerangkan, instrumen disinfektan menggunakan sinar UV ini dikembangkan oleh peneliti dari FMIPA UI serta menggandeng peneliti lainnya dari Fakultas Kedokteran (FK) serta Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) di bawah koordinasi Direktorat Inovasi UI dan Science Techno Park UI.

"Saat ini tengah disiapkan enam unit prototipe kedua alat tersebut dan akan diuji coba di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)," ungkapnya.

Alat sinar ultraviolet corona buatan UI. (Foto: Dok UI)

Dia menjelaskan, pengembangan prototipe instrumen oleh Tim Peneliti UI ini merujuk dari hasil penelitian tentang efektivitas gelombang UV C yang mampu membunuh spora, bakteri, beragam tipe jamur, cendawan, protozoa, dan beberapa tipe virus lainnya.

Penelitian-penelitian tersebut, jelas Prof Abdul Haris, membuktikan bahwa sinar ultraviolet C dengan panjang gelombang 254 nm dapat membunuh bacillus anthracis (bakteri anthraks); e-coli (penyebab infeksi saluran pencernaan); dan difteri.

Ia menambahkan, sinar UV C juga dapat membunuh virus seperti adenovirus (penyebab demam, radang tenggorokan, bronchitis, dan pneumonia); virus hepatitis A; dan polio.

Prof Abdul Haris mengungkapkan uji coba prototipe instrumen ini akan digunakan untuk keperluan disinfektan alat-alat medis dan ruangan yang digunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien covid-19.

Kedua prototipe tersebut dirancang untuk dapat dimanfaatkan secara aman oleh institusi kesehatan dan fasilitas umum lainnya. Pemakaian alat ini harus bersamaan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.

Ia mengatakan instrumen ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dan petugas kesehatan dalam aktivitas pemberantasan corona. Sampai saat ini instrumen tersebut belum diproduksi massal.

Tim Peneliti UI yang telah mengembangkan alat itu mengajak semua pihak ikut berpartisipasi membantu memproduksi massal sehingga bisa dimanfaatkan oleh semua institusi pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.

"Partisipasi semua pihak akan sangat membantu pemerintah dalam memerangi epidemi yang mengancam semua eleman bangsa. Diharapkan prototipe yang telah dihasilkan Tim Peneliti UI ini dapat meningkatkan jumlah produk kesehatan yang dapat diproduksi di dalam negeri," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini