nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bersiap Hadapi Gelombang Baru COVID-19, Petugas Medis Malaysia Buat Masker Sendiri

Medikantyo, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 12:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 28 18 2190377 bersiap-hadapi-gelombang-baru-covid-19-petugas-medis-malaysia-buat-masker-sendiri-cUM6GO2mNa.jpg Foto: Okezone.

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan atau penguncian (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) lebih luas di negara itu hingga 14 April 2020. Keputusan itu diharapkan menjadi peluang petugas medis Malaysia menyiapkan diri menghadapi gelombang penularan virus corona (COVID-19) berikutnya.

Persiapan juga termasuk meminta kesediaan alat perlindungan diri (APD) serta perangkat medis dalam menangani pasien positif terjangkit virus corona, dengan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah memperkirakan Malaysia memiliki 6.000 kasus Covid-19.

"Dengan adanya perpanjangan kebijakan ini, Kementerian Kesehatan bisa melakukan penelusuran kontak, mengidentifikasi kasus positif, serta melakukan penanganan intensif. Semoga bisa menekan jumlah pasien sehingga tidak mencapai perkiraan tersebut," kata Hisham Abdullah seperti dilansir dari laman South China Morning Post.

Terbatasnya stok APD bagi petugas medis di Malaysia membuat mereka mengambil langkah darurat. Seorang dokter bahkan harus membuat masker pelindung menggunakan bahan plastik, yang biasa diperjualbelikan di toko persediaan alat tulis setempat.

"Jumlah APD yang terbatas, seperti masker N95 maupun kostum perlindungan mendorong kami berusaha mandiri dengan dana pribadi atau sumbangan. Saya pribadi merasa khawatir karena juga memiliki keluarga yang berpotensi tertular," kata Dokter Tai Woon Ting asal Selangor.

Gambaran kendala lain bagi petugas medis Malaysia adalah tersebarnya penduduk Kuala Lumpur yang pulang kampung menuju berbagai wilayah asal. Langkah para penduduk untuk pulang kampung bisa mendorong penyebaran virus lebih luas. Terlebih, sejumlah pasien maupun warga sering menyangkal riwayat penyakit dan karantina.

Kementerian Kesehatan Malaysia menyayangkan sikap para warga terkait hal tersebut. Wabah virus penyebab infeksi saluran pernapasan atas itu, sudah merenggut nyawa 26 orang di Malaysia hingga Jumat (27/3/2020) dengan total warga terjangkit sebanyak 2.161 orang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini