nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ridwan Kamil : Tes Masif untuk Petakan Penyebaran Virus Corona

CDB Yudistira, Okezone · Sabtu 28 Maret 2020 05:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 28 525 2190259 ridwan-kamil-tes-masif-untuk-petakan-penyebaran-virus-corona-I8HlKNIBBs.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto : Okezone.com)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan, tes masif yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bertujuan memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

"Untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 ini kita harus punya peta (persebaran). Dengan peta kita tahu di mana kekuatan akan kita dukung maksimal, di mana yang menjadi prioritas," kata Emil sapaan Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (27/3/20).

Menurut Emil, Pemprov Jabar sudah memiliki peta persebaran Covid-19 yang dikelompokkan dalam empat kluster penyebaran, yaitu Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang, Seminar Bisnis Syariah di Kabupaten Bogor, Seminar Keagamaan di Kota Bogor, dan Seminar Meagamaan di Kabupaten Bandung Barat.

Peta persebaran tersebut, kata Emil, dapat terdeteksi melalui tes proaktif yang sempat dilakukan Pemprov Jabar.

Ilustrasi. (Shutterstock)

"Peta kedua sedang kita cari melalui tes masif yang sedang dilakukan. Insya Allah besok lusa sebagian data sudah masuk, kita menemukan persebarannya di mana," ucapnya.

"Untuk mengambil keputusan mana-mana dilakukan tindakan lebih lanjut. Saya kira itulah pentingnya tes masif. Tidak untuk semua (masyarakat Jabar), hanya untuk yang berkategori rawan terhadap potensi penularan dari Covid-19," ujarnya.

Setelah peta persebaran terdeteksi, Pemprov Jabar akan mengambil keputusan, seperti memperpanjang sekolah dan kerja di rumah atau tidak. Dari peta persebaran tersebut, Pemprov Jabar akan melakukan tracing masyarakat yang berpotensi besar terpapar Covid-19.

"Itulah follow up detail yang akan kita lakukan. Tanpa ada peta persebaran, kita gelap dalam menyusun rencana tindakan. Dengan adanya peta ini, kita bisa detail untuk memaksa orang yang ada di zona penyebaran untuk melakukan tes," ucap Emil.

"Harapannya tes itu maksimalnya negatif, sehingga kita bisa melakukan tindakan lebih normal lagi. Tapi, kalau banyak yang positif, harus mengambil keputusan, apakah sekolah dan bekerja di rumah diperpanjang atau tidak," tuturnya.

Emil mengatakan, Pemprov Jabar sudah memiliki skenario penanggulangan Covid-19 secara komprehensif. Mulai dari penanggulangan perawatan pasien positif Covid-19 sampai pencegahan penyebaran virus tersebut.

"Jika pasien positif 100, satu gedung di RSHS itu akan dijadikan gedung Covid. Kalau 500, satu rumah sakit akan dialihkan menjadi Covid-19," katanya.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Bandung Sembuh dari Corona

"Untuk penanggulangan penyebaran, yang urgen hari ini hanya dua, warga maksimalkan tinggal di rumah. Kedua, para perantau jangan mudik. Dengan perantau ini mudik, potensi penyebaran akan semakin tinggi," tuturnya.

Baca Juga : Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Gatot Tjahjono Meninggal

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini