nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Pasien Positif Covid-19 di Cirebon Kirim Surat Terbuka ke Jokowi

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 18:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 28 525 2190495 cerita-pasien-positif-covid-19-di-cirebon-kirim-surat-terbuka-ke-jokowi-A69Opy4AZ0.jpg ilustrasi

CIREBON - Pasien positif terjangkit virus corona (Covid-19) yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Cirebon, Jawa Barat sampai saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan swab (sampel cairan tubuh) dirinya. Swab tersebut sebelumnya sudah diambil oleh petugas Balitbangkes Kementrian Kesehatan beberapa waktu lalu untuk diuji.

Pasien Covid-19 ini sudah beberapa kali diambil swabnya. Ia dinyatakan positif terpapar virus corona berdasarkan hasil pemeriksaan swab pertama dan kedua. Oleh karena itu, pasien tersebut berharap agar hasil pemeriksaan swab terakhirnya ini bisa secepatnya keluar. Bahkan, ia sempat mengirimkan surat terbuka melalui akun twitternya untuk Presiden Joko Widodo dan Kementrian Kesehatan, perihal hasil pemeriksaan swab yang tak kunjung keluar.

Kepada Okezone, pasien positif Covid-19 ini bersedia menjelaskan alasan mengapa dirinya mengirimkan surat terbuka tersebut, kepada Presiden Joko Widodo dan Kementrian Kesehatan. Dari penuturannya, ia ingin agar pemerintah mau menerima keluhan dan masukan dari sudut pandang seorang pasien.

Pasien positif Covid-19 ingin menyampaikan hal penting. Dalam surat terbukanya itu, Ia menyoroti bagaimana lamanya pengumuman hasil pemeriksaan swab pasien, serta kinerja tim medis yang direpotkan oleh urusan birokrasi.

"Sampai saat ini, saya masih menunggu hasil swab terakhir yang sampelnya diambil pada 14 Maret lalu. Hasilnya belum keluar," ujarnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (28/3/2020).

Baca Juga : Update Corona di Indonesia 28 Maret 2020: 1.155 Positif & 102 Meninggal Dunia

Sebenarnya, soal lamanya waktu untuk menunggu hasil swab juga dirasakan oleh pasien dalam pengawasan (PDP). Terutama mereka yang berada di ruang isolasi RSD Gunung Jati.

Ia begitu menyesalkan keputusan pemerintah yang terlalu lambat dan bertele-tele. Selain itu, dari perbincangannya dengan tim medis, diketahui kalau hasil swab para pasien ini tidak langsung dikirim ke pihak rumah sakit. Akibatnya, ia dan pasien PDP cukup lama menunggu untuk masuk ke ruang isolasi.

Selanjutnya, ia menilai pemerintah tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam penyampaian hasil swab pasien dari Balitbangkes. Menurutnya, pemerintah masih menggunakan cara lama dalam memberikan kabar soal hasil swab pasien tersebut.

Dia mengungkapkan, hal di atas akan berdampak pada kinerja tim medis. Yakni, tim medis tidak bisa langsung melakukan penanganan seperti memberi resep dan obat selanjutnya, bagi pasien positif ataupun PDP. Tim medis hanya berusaha menyembuhkan gejala-gejala klinis yang dialami pasien terpapar virus corona serta pasien PDP.

"Karena hasil swab belum keluar, imbasnya dokter menjadi bingung dalam memberi resep dan obat selanjutnya. Mereka kemudian hanya menyembuhkan gejalanya. Seperti gejala demam yang dialami oleh saya, tim medis lalu memberi obat penurun panas seperti paracetamol," ungkapnya.

Ia melanjutkan, dalam situasi seperti ini seharusnya pemerintah bisa memperingkas jalur birokrasi. Sehingga, tim medis tidak perlu direpotkan dengan hal tersebut. Ia menyarankan agar pemerintah bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Hasil pemeriksaan swab pasien dari Balitbangkes bisa dikirimkan melalui surat elektronik ataupun layanan daring lainnya.

Dirnya berharap agar surat terbuka itu bisa langsung mendapat respon positif dari pemerintah. Mengingat, surat tersebut berisi masukan dan keluhan dari pasien positif Covid-19. Dengan begitu, penanganan pandemi virus corona di Indonesia bisa lebih efektif serta cepat teratasi.

"Birokrasinya harus dibalik. Jadi hasil lab itu dikirimkan ke rumah sakit terlebih dahulu. Selanjutnya visa ditembuskan ke Pemerintah Kabupaten, lau ke Pemerintah Provinsi. Menurut saya, dijaman teknologi sekarang ini, file hasil lab bisa dikirim via pesan whatsapp ataupun email," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini