Pandemi Covid-19, Warga Sukoharjo dan Karanganyar Ramai-Ramai Tutup Akses Masuk

Bramantyo, Okezone · Minggu 29 Maret 2020 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 29 512 2190879 pandemi-covid-19-warga-sukoharjo-dan-karanganyar-ramai-ramai-tutup-akses-masuk-YDknh5g0Qc.jpg

SUKOHARJO - Menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, direspon sejumlah desa di Kabupaten tersebut dengan melakukan isolasi atau menutup akses keluar masuk kampung.

Pantauan, Desa Gumpang, Kecamatan Kartosuro yang berbatasan langsung dengan Solo, akses keluar masuk telah ditutup oleh warga.

Begitu pula dengan desa Pranan, Kecamatan Polokarto, yang berbatasan langsung dengan Karanganyar, juga akses jalannya ditutup.

Selain kedua desa, informasi yang diterima, Desa Kadilanggu dan Pandeyan di Kecamatan Baki serta Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, akses keluar masuknya juga ditutup.

Kepala Desa (Kades) Gumpang, Dwi Nuryanto mengatakan warga terpaksa menutup akses keluar masuk kampung dengan cara membuat portal, dikarenakan takut tertular Covid-19.

Meski akses pintu masuk di tutup, namun warga tetap menyediakan tempat cuci tangan.

"Beberapa titik portal juga dilengkapi tempat cuci tangan dan sabun, berfungsi untuk dipakai bagi siapa saja yang akan masuk ke kampung dan perumahan,"papar Dwi pada wartawan, Minggu (29/3/2020)

Sementara itu, Kades Pranan, Polokarto, Jigong Sarjanto mengaku, pemasangan portal merupakan inisiatif warga dan sudah dikoordinasikan dengan pihak - pihak terkait.

"Ini (pemasangan portal) masih diperbolehkan karena sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Korona,” imbuhnya.

Selain Sukoharjo, penutupan akses keluar masuk kampung juga dilakukan warga Tegal Arum, Kelurahan Cangakan, Karanganyar Kota dan Dusun Kuniran, Desa Jaten.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini