nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Virus Corona Ancam Pasokan Kondom Dunia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 30 Maret 2020 18:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 30 18 2191259 pandemi-virus-corona-ancam-pasokan-kondom-dunia-lkFRT697YS.jpg Ilustrasi. (Foto: Jstor)

KUALA LUMPUR - Pasokan kondom dunia terancam mengalami kelangkaan setelah produsen terbesarnya di dunia terpaksa menghentikan produksi karena penguncian (lockdown) yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).

Perusahaan Karex Bhd yang berbasis di Malaysia memproduksi satu dari setiap lima kondom yang beredar di seluruh dunia.Namun, perusahaan itu belum menghasilkan satu kondom pun dari tiga pabriknya di Malaysia selama lebih dari sepekan karena penguncian.

Itu berarti berkurangnya 100 juta kondom yang biasanya dipasarkan secara internasional oleh merek-merek seperti Durex dan dipasok ke sistem perawatan kesehatan negara-negara dunia, seperti NHS Inggris atau didistribusikan oleh program bantuan seperti Dana Populasi PBB.

Perusahaan itu telah diizinkan untuk memulai kembali produksi pada Jumat, tetapi dengan hanya 50 persen dari tenaga kerjanya, di bawah pengecualian khusus untuk industri kritis.

"Ini akan membutuhkan waktu untuk memulai pabrik dan kami akan berjuang untuk memenuhi permintaan dengan kapasitas setengahnya," kata Kepala Eksekutif Goh Miah Kiat sebagaimana dilansir Reuters, Senin (30/3/2020).

"Kita akan melihat kekurangan global kondom di mana-mana, yang akan menakutkan," katanya. "Kekhawatiran saya adalah bahwa untuk banyak program kemanusiaan di Afrika, kekurangannya tidak hanya dua pekan atau sebulan. Kekurangan itu bisa berlangsung berbulan-bulan."

Berdasarkan laporan terbaru, Malaysia mencatat lebih dari 2.400 kasus virus corona yang telah dikonfirmasi dan 35 kematian. Negara itu telah memberlakukan lockdown yang akan berlangsung setidaknya hingga 14 April.

Negara-negara produsen kondom lainnya, China, merupakan tempat awal penyebaran virus yang kini menjadi pandemi global, dan telah menutup banyak pabrik di negara itu. Sementara dua negara lain, India dan Thailand juga mulai menunjukkan kenaikan dalam jumlah kasus dan kematian akibat virus tersebut.

Pembuat barang-barang penting lainnya seperti sarung tangan medis juga menghadapi masalah dalam operasi mereka di Malaysia.

Juru bicara perusahaan kondom, Durex mengatakan kepada Reuters bahwa operasi mereka tetap berjalan normal dan tidak mengalami kekurangan pasokan.

Sementara itu Goh mengatakan bahwa permintaan akan kondom masih tetap kuat, karena benda itu adalah kebutuhan penting.

"Mengingat bahwa pada saat ini orang mungkin tidak berencana untuk memiliki anak. Ini bukan waktunya, dengan begitu banyak ketidakpastian," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini