nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkal Penyebaran Virus Corona, Malaysia Mulai Disinfeksi Nasional

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 30 Maret 2020 16:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 30 18 2191308 tangkal-penyebaran-virus-corona-malaysia-mulai-disinfeksi-nasional-1PkddVqMoy.jpg Petugas bersiap disinfeksi sebuah masjid di Kuala Lumpur, Malaysia. (Foto/Asia Times)

KUALA LUMPUR - Malaysia mulai membersihkan beberapa area berisiko tinggi sebagai bagian dari operasi disinfeksi nasional yang dimulai, Senin 30/3/2020 yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus corona, lapor kantor berita nasional Bernama.

Menyitir Strait Times, yang mengutip Bernama, Pemerintah Kota Kuala Lumpur (DBKL) sudah melakukan melakukan latihan desinfeksi massal, khususnya di sekitar Sri Petaling.

Daerah Sri Petaling merupakan lokasi acara tablig akbar, di mana sebagian besar kasus virus corona di Malaysia, tertular melalu klaster ini.

Baca juga: Presiden Belarusia Sarankan Warga Minum Vodka untuk Tangkal Virus Corona

Baca juga: Penyemprotan Disinfektan dengan Cara Fogging Dapat Sebabkan Iritasi dan Ganggu Pernapasan

Sementara di Perak, pemerintah setempat telah melakukan operasi desinfeksi di berbagai area seperti pasar umum, taman, tempat ibadah dan kantor polisi.

Stasiun kereta Ipoh dan markas polisi distrik Tapah, juga didesinfeksi oleh unit Bahan Berbahaya dan Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan pada Minggu.

Operasi pembersihan serupa yang berfokus pada pasar, toilet umum, warung makan, stasiun bus dan dermaga juga terjadi di Selangor, Melaka, dan Johor.

Negara-negara yang memulai desinfeksi pada Senin, yakni Penang, Terengganu dan Kedah.

Malaysia pada 18 Maret mulai menerapkan prosedur pengawalan pergerakan (MCO) alias lockdown untuk mengatasi wabah virus corona.

Perintah kawalan itu melarang pertemuan massa, termasuk acara keagamaan, olahraga, sosial dan budaya. Sekolah, universitas dan sektor bisnis juga ditutup. Warga hanya diperbolehkan meninggalkan rumah mereka untuk memberi makanan dan obat-obatan.

Prosedur lockdown kemudian diperpanjang hingga 14 April.

Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa pada fase kedua lockdown, pembatasan jam kerja menjadi lebih ketat untuk restoran dan supermarket.

Sementara itu, Kepala Polisi Malaysia Abdul Hamid Bador, pihaknya akan mengerahkan drone untuk memantau orang-orang di daerah Sungai Lui di distrik Hulu Langat di Selangor,” tuturnya.

"Drone memungkinkan kami memantau warga secara komprehensif," kata Inspektur Jenderal Abdul Hamid Bador

Malaysia telah melaporkan lebih dari 30 kematian akibat virus korona dan 2.400 kasus, yang merupakan jumlah tertinggi infeksi di Asia Tenggara.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini