nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Malang Keluarkan Edaran Cegah Corona, Ada Imbauan Portal Pintu Masuk Desa

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 20:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 31 519 2192006 bupati-malang-keluarkan-edaran-cegah-corona-ada-imbauan-portal-pintu-masuk-desa-FK1xwZ3uHn.jpg Bupati Malang Sanusi sedang menyemprot disinfektan (Foto: Okezone/ Avirista Midaada)

MALANG - Bupati Malang Sanusi mengeluarkan surat edaran perihal imbauan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 atau virus corona dengan membuat portal di setiap pintu masuk desa dan kelurahan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam surat yang dikeluarkan tanggal 29 Maret 2020 dengan nomor 440/2629/35.07.206/2020, tampak Pemkab Malang telah menyiapkan skema karantina wilayah desa dan kelurahan. Surat tersebut ditujukan kepada camat, Danramil, Kapolsek dan kepala desa atau lurah dengan isi sebagai berikut:

1. Warga yang masuk ke wilayah Kabupaten Malang wajib mengisolasi diri selama 14 hari.

2. Warga yang bekerja di luar Kabupaten Malang atau di daerah zona merah yang setiap hari pulang - pergi (PP) diwajibkan untuk bekerja di rumah.

3. Kepala desa atau lurah untuk membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat desa atau kelurahan, dan selalu berkordinasi dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan.

4. Kepala desa atau kelurahan beserta jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan agar selalu memantau warga yang bekerja di daerah zona merah serta membuat portal di setiap batas desa.

5. Apabila dijumpai warga tidak menaati larangan tersebut, agar dilaporkan ke camat, Kapolsek, dan Danramil.

Baca Juga: 2 Pasien Positif Corona di Merauke Dinyatakan Sembuh 

Surat imbauan tersebut ditembuskan ke Gubernur Jatim, Komandan Kodim, Kapolres. Saat dikonfirmasi, Bupati Malang Sanusi membenarkan dirinya mengeluarkan surat edaran pencegahan Covid-19 yang viral beredar di media sosial.

"Ya itu benar. Imbau itu mulai hari ini harus sudah dijalankan, minimal sudah mendirikan posko atau portal di masing-masing perbatasan desa yang menjadi lintasan orang lewat," ujar Sanusi, Bupati Malang saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

edaran bupati malang terkait corona foto:ist/avirista 

Langkah ini diambil Pemerintah Kabupaten Malang, lanjut sanusi, karena memperhatikan perkembangan jumlah ODP, PDP dan Postif COVID-19 di Kabupaten Malang cukup tinggi sehingga ditetapkan statusnya masuk zona merah.

"Ini kan upaya membatasi ruang masuk orang yang berisiko karena datang dari daerah luar yang zona merah yang kemungkinan membawa virus. Di perbatasan desa-desa akan dijaga sama Siskamling, Bhabinkamtibmas sama Babinsa. Ini karantina lokal. Kalau lockdown kewenangan pusat. Ketika nanti pemerintah pusat melakukan lockdown, kami tinggal menjalankan," ujar Sanusi.

Sanusi juga menerangkan, surat edaran itu diperuntukkan camat, Danramil, Polsek dan pelaksana adalah kepala desa. Dari surat edaran itu, diharapkan semua jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk aktif melakukan pemantauan, agar dapat mengetahui berapa jumlah warga yang masuk di wilayahnya.

"Hanya physical distancing berbasis desa yang bisa menyelamatkan desa masing-masing. Hanya itu yang bisa mereka tidak terserang Covid-19, yang lain-lain tugasnya Satgas Gugus Covid-19 dan ketuanya kepala daerah, itu instruksi Kemendagri," paparnya.

Sebagai informasi, saat ini Kabupaten Malang sudah termasuk zona merah Covid-19. Berdasarkan data yang dihimpun dari infocovid19.jatimprov.go.id, hingga pukul 19.30 WIB, di Kabupaten Malang terdapat 69 orang dalam pemantauan (ODP), 18 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 5 orang dinyatakan positif Covid-19.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini