nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Corona, Masyarakat Diminta Patuhi Imbauan Tetap #DiRumahAja

Demon Fajri, Okezone · Rabu 01 April 2020 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 01 340 2192665 cegah-corona-masyarakat-diminta-patuhi-imbauan-tetap-dirumahaja-Tha1XIQBaB.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BENGKULU - Penanganan penyebaran virus corona atau Covid-19, terus digencarkan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu. Baik dari sisi penanganan langsung ke lapangan maupun realokasi anggaran, dan refocusing anggaran sesuai instruksi Presiden RI.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Bengkulu, Hamka Sabri mengatakan, hingga saat ini upaya pencegahan secara serentak dan sinergi terus digencarkan, seluruh pihak pemerintah dan elemen masyarakat. Mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga ke tingkat pemerintahan desa/kelurahan bahkan dusun/RT.

''Termasuk sosialisasi untuk tetap #DirumahAja, dan penyiapan APD yang yang telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota. Sehingga kita sama-sama berharap penyebaran positif korona ini tidak terjadi lagi,'' kata Hamka, dalam keterangan yang diterima okezone, Rabu (1/4/2020).

infografis seputar corona 

Berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Menteri Keuangan (Menkeu RI), sampai Hamka, kebijakan pembangunan di daerah belum dijalankan mengingat semua kebijakan pemerintah hingga saat ini tengah difokuskan terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

''Saat ini, pak gubernur telah menyiapkan segala hal terkait penanganan di tengah wabah Covid-19 ini. Mulai dari kesiapan pangan gubernur telah berkoordinasi ke pihak Bulog Bengkulu, dan dipastikan pangan pokok seperti beras dan lainnya aman hingga 4 bulan ke depan,'' ujar Hamka.

''Dari anggaran sumber APBD Provinsi Bengkulu juga telah disiapkan untuk APD dan kesiapan lainnya,'' sambung Hamka.

Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, update data pasien baik ODP maupun PDP hingga saat ini terus dilakukan pendataan secara baik, sesuai dengan data dari rumah sakit dan Dinkes kabupaten/kota.

Validitas data yang disampakan kabupaten/kota juga terus dilakukan verifikasi secara berjenjang mulai dari Dinkes kabupaten/kota disampaikan ke Dinkes Provinsi Bengkulu kemudian untuk dilaporkan ke pusat.

''Kita sudah sepakat, setiap data yang dilaporkan itu terutama ODP tentu harus jelas nama, alamat, gejala klinis kemudian riwayat bepergian. Sekarang tentu dengan adanya kasus positif, penetapan data ini tidak hanya dari daerah luar zona merah tapi juga dari dalam Kota Bengkulu,'' terang Herwan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini