nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kesederhanaan Perayaan Ulang Tahun ke-106 Kota Malang di Tengah Pandemi Corona

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 01 April 2020 21:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 01 519 2192636 kesederhanaan-perayaan-ulang-tahun-ke-106-kota-malang-di-tengah-pandemi-corona-we4AKtPaol.jpg

KOTA MALANG - Tepat hari ini 1 April 2020 Kota Malang genap berusia 106 tahun. Tak ada hingar bingar, apalagi perayaan khusus merayakannya di tengah pandemi Covid-19 atau virus corona.

Empat orang pasien positif corona di Kota Malang, dengan 23 orang dikategorikan pasien dalam pengawasan (PDP) dan 210 orang dalam pemantauan (ODP) membuat kehidupan kota terbesar kedua di Jawa Timur seolah 'berhenti'.

Penyebaran virus corona yang masif membuat sejumlah jalanan dan tempat di Kota Malang, tampak sepi. Sejumlah agenda besar dan strategis terkait perayaan hari ulang tahun Kota Malang ditiadakan.

Sudah hampir dua minggu lebih sekolah - sekolah, sejumlah tempat kantor, dan tempat usaha memutuskan untuk bekerja dari rumah, pasca mewabahnya virus corona.

ilustrasi

Tampak perayaan syukuran sederhana hanya digelar di Balaikota, syukuran ini hanya dihadiri sedikit orang di gasebo tengah Balaikota Malang. Hal ini sesuai protokol kesehatan yang diberlakukan pemerintah pusat, dimana melarang kegiatan yang mengundang banyak kerumunan warga.

"Tentu nanti akan kita perhitungan lagi banyak agenda - agenda kita dalam rangka ulang tahun kita cancel," ungkap Sutiaji, Walikota Malang, beberapa waktu lalu.

Saat ini masyarakat Kota Malang diminta Pemkot untuk melakukan physical distancing atau pembatasan fisik pasca himabaun sosial distancing atau pembatasan sosial yang telah dijalankan sebelumnya.

Setidaknya sepuluh kawasan permukiman perumahan di Kota Malang sudah menerapkan pembatasan fisik dengan tidak memperbolehkan warga luar permukiman masuk tanpa melalui prosedur yang ketat.

"Badai corona bisa menerpa siapa saja. Penetapan jalan, kawasan perumahan untuk dijadikan physical distancing merupakan bagian dari langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini dipicu oleh masih saja ada publik yang belum terbangun kesadaran akan bahaya corona," terang Sutiaji.

"Sementara fluktuasi angka amat sangat mengkhawatirkan. Semua yanh dilakukan pemerintah pusat hingga daerah untuk berkeinginan menyudahi ini secepatnya," tukasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini