Curhat Dokter saat Pandemi Corona: Beban Kerja Bertambah, Tidur Tak Bisa Nyenyak

Fathnur Rohman, Okezone · Rabu 01 April 2020 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 01 525 2192620 curhat-dokter-saat-pandemi-corona-beban-kerja-bertambah-tidur-tak-bisa-nyenyak-GiWsaGYFBy.jpg ilustrasi

CIREBON - Tim medis di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona (Covid-19). Dengan alat pelindung diri (APD) yang masih terbatas, mereka rela bertaruh nyawa untuk merawat dan menangani para pasien.

Di Kota Cirebon, Jawa Barat, Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati menjadi rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 di wilayah 3 Cirebon. Yakni untuk daerah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, serta Kabupaten Kuningan.

Banyak dari para tenaga medis di RSD Gunung Jati rela mengorbankan waktunya untuk menangani pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif terpapar virus corona. Salah satu di antaranya adalah dr Syifa Imelda. Ia merupakan ketua dari Tim Infeksi Emerging RSD Gunung Jati yang merawat para pasien di ruang isolasi.

Dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, pada 23 Maret 2020 lalu, Syifa menceritakan bagaimana dirinya harus bersusah payah menangani pasien PDP dan satu pasien positif Covid-19. Syifa merupakan satu dari tiga dokter spesialis paru di RSD Gunung Jati.

Meski terdapat tiga dokter spesialis paru, namun beban kerja yang harus ditanggung Syifa cukup berat. Sebab, dua dari tiga dokter spesialis paru ini ada yang sudah berusia lanjut, dan ada yang akan mengambil cuti dalam waktu dekat ini, karena sedang hamil.

Secara tidak langsung, kedepannya Syifa menjadi satu-satunya dokter spesialis paru yang bisa bekerja penuh untuk merawat para pasien di ruang isolasi.

"Sebenarnya ada tiga. Satu sudah sepuh pensiun, satu lagi sedang hamil sebentar lagi cuti. Kedepan tinggal saya doang yang bisa full," kata Syifa kepada Okezone belum lama ini.

Setelah adanya pandemi virus corona, Syifa bisa menghabiskan waktu untuk merawat dan menangani pasien di ruang isolasi selama 10 jam-12 jam. Bahkan, handphone miliknya harus tetap siaga selama 24 jam, karena banyak orang yang menghubunginya untuk berkonsultasi dan sebagainya.

Ia mengaku, waktu istirahatnya banyak terlewat akibat menangani Covid-19 ini. Menurutnya, sebelum ada pandemi virus corona, dirinya hanya menghabiskan waktu untuk bekerja di rumah sakit selama kurang lebih 7 jam saja. Sehingga ia memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat.

"Kalau badannya di rumah sakit bisa lebih 10 sampai 12 jam. Kalau di rumah hape saya nyala 24 jam. Sebelumnya 7 jam sudah selesai dan malamnya saya bisa tidur nyenyak. Tapi sekarang saya tidak bisa," ujarnya.

Selain waktu istirahat yang kurang, kata dia, para tenaga medis saat ini sedang membutuhkan APD untuk menangani para pasien.

Perlu diketahui, APD tersebut sangat penting bagi para tenaga medis, karena bisa meminimalisir resiko mereka tertular virus corona. Seumpama ada lembaga ataupun orang-orang yang ingin membantu para tenaga medis, maka sangat disarankan agar memberi bantuan berbentuk barang seperti APD.

Dirinya mengungkapkan, sebagai rumah sakit rujukan utama dalam penanganan Covid-19, RSD Gunung Jati tidak hanya merawat pasien dari Kota Cirebon semata. Namun, ada kemungkinan pasien-pasien dari wilayah tiga Cirebon dirujuk ke RSD Gunung Jati. Hal terburuk dari semua itu adalah, jumlah pasien bisa saja meningkat apabila penyebaran Covid-19 tidak segera dihentikan.

"Kami berusaha menambah kapasitas ruangan isolasi. Apabila penuh, solusinya adalah merujuk ke rumah sakit rujukan lini kedua lainnya. Namun tidak semudah itu. Satu-satunya cara adalah diputus rantai penularannya. Dengan cara apa?, dengan tidak bepergian. Kalau pergi untuk kebutuhan primer saja," jelasnya.

Syifa berharap supaya masyarakat tetap patuh untuk di dalam rumah. Sehingga, beban dari tim medis untuk menangani Covid-19 bisa sedikit berkurang.

"Tolong jangan menambah beban kami. Sebaiknya di rumah saja. Biarkan kami berjuang di rumah sakit," tutur Syifa.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini