Jangan Anggap Remeh Physical Distancing, Begini Jadinya Jika Tak Dipatuhi

Taufik Fajar, Okezone · Rabu 01 April 2020 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 01 65 2192356 jangan-anggap-remeh-physical-distancing-begini-jadinya-jika-tak-dipatuhi-xQMqA8VLOA.jpg Pentingnya physical distancing di tengah wabah Covid. (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Physical distancing dan cuci tangan menjadi pesan yang selalu didengungkan pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meredam penyebaran virus Covid-19. Pesan itu jangan dianggap remeh. Jika tidak dilakukan, penyebaran virus corona akan semakin luas.

Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia memiliki perhitungan matematis dengan metode Siru, mengenai penyebaran penderita Covid-19. Hasilnya ada tiga proyeksi.

Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia meyakini bahwa sebenarnya banyak orang yang terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala, seperti yang terjadi di negara lain.

Berdasarkan estimasi ini pandemi Covid 19 akan mencapai puncaknya pada tanggal 16 april dengan 546 kasus positif baru, kemudian diperkirakan akan reda pada akhir mei hingga awal Juni.

Baca Juga : Atasi Corona, UI Kembangkan 2 Alat Disinfektan Sinar Ultraviolet

Inilah pentingnya implemetasi physical distancing terus dilakukan. Berdasarkan data, 1 orang positif Covid-19 bisa menularkan penyakit ini pada 2-3 orang baru. Dengan jumlah penduduk terinfeksi yang mencapai ribuan orang jika implemtasi physical distancing tidak dilaksanakan secara disiplin, maka akan semakin banyak orang yang akan tertular dan menjadi reported case.


Jika implemenasi physical distancing tidak dilakukan secara disiplin, interaksi antarmanusia berjalan seperti normal, maka bayangkan ada beberapa banyak interaksi yang terjadi setiap hari dan berapa banyak orang baru yang terinfeksi setiap hari.

Namun ketika implementasi physical distancing dijalankan secara serius dan disiplin, interaksi antarmanusia bisa seminim mungkin dan menyelamatkan banyak orang dari terinfeksi virus SARS-Cov-2.

Baca Juga : Atasi Corona, UI Kembangkan 2 Alat Disinfektan Sinar Ultraviolet

Bentuk Intervensi pemerintah seperti menutup tempat hiburan dan memberlakukan Work From Home turut berkontribusi dalam mengurangi laju interaksi antarmanusia. Seandainya tindakan ini tidak diambil dari awal, keadaan mungkin akan lebih buruk.

Berikut 3 skenario Ikatan Alumni Departemen Matematika Universitas Indonesia, seperti dikutip Rabu (1/4/2020).

Skenario 1:

Per 1 April 2020, tidak ada kebijakan signifikan dan tegas dalam mengurangi interaksi antarmanusia (kegiatan berjalan seperti biasa tanpa ada langkah pencegah).

Puncak pandemi terjadi tanggal 4 Juni dengan 11.318 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai ratusan ribu kasus. Pandemi berakhir pada akhir Agustus-awal September.

Baca Juga : Atasi Corona, UI Kembangkan 2 Alat Disinfektan Sinar Ultraviolet

Skenario 2 :

Per 1 April, kebijakan sudah ada namun kurang tegas dan kurang strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, masyarakat tidak disiplin mengimplementasikan Physical distancing.

Puncak pandemi terjadi pada 2 mei dengan 1.490 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai 60.000 kasus baru. Pandemi berakhir pada akhir Juni awal Juli. Skenario 2 yang paling mungkin terjadi jika kondisi saat ini dilanjutkan (kebijakan kurang tegas dan masyarakat tidak disiplin)

Baca Juga : Atasi Corona, UI Kembangkan 2 Alat Disinfektan Sinar Ultraviolet

Skenario 3 :

 Per 1 April, diberlakukan kebijakan yang tegas dan strategis dalam mengurangi interaksi antarmanusia, masyarakat disiplin mengimplementasikan physical distancing.

Puncak pandemi terterjadi pada tanggal 16 April dengan 546 kasus baru dan akumulasi kasus positif mencapai 17.000 kasus. Pandemi berakhir pda akhir Mei - awal Juni.

Kebijakan pemerintah dan kedisplinan masyarakat akan sangat menentukan skenario mana yang akan terjadi. Kita semua tentu berharap skenario terbaik yang terjadi, bahkan jika mungkin lebih baik lagi.

Inilah mengapa implementasi physical distancing harus lebih disiplin dilakukan dan sebaiknya penduduk di zona merah tidak mudik untuk meminimalisir risiko penularan besar-besaran ke daerah lain yang belum terjangkit.

Hal ini akan sangat berpengaruh dalam akumulasi kasus positif Covid-19 dan mencegah terjadi skenario 1 dan 2.

Dengan mengasumsikan pemerintah dan masyarakat melakukan tindakan yang perlu agar skenario 3 terjadi, mengacu pada hasil simulasi model Siru kasus Covid-19 berpotensi mencapai 17.000 kasus dan pandemi akan berakhir pada akhir Mei - awal Juni.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini