nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Krisis Alat Medis, Jepang Berencana Bagikan Masker Kain

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 02 April 2020 16:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 02 18 2193078 krisis-alat-medis-jepang-berencana-bagikan-masker-kain-YVneITyu3d.jpg PM Jepang Shinzo Abe. (Foto/Mainichi)

TOKYO - Menghadapi seruan untuk menyatakan keadaan darurat virus corona, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe malah menawarkan masker kain gratis kepada warganya.

Tawaran Abe datang sehari setelah para ahli memperingatkan Jepang berada di ambang krisis medis, ketika kasus infeksi virus corona meningkat di seluruh wilayah negeri itu, terutama Tokyo.

PM Abe pada pertemuan dengan satuan tugas pada Rabu, 1 Maret terlihat mengenakan masker kain. Ia mengatakan akan mengirim masker kain kepada 50 juta rumah tangga di Jepang mulai minggu depan.

"Anda dapat menggunakan sabun untuk mencuci dan menggunakannya kembali, jadi ini harus menjadi respons yang baik terhadap permintaan masker yang tiba-tiba dan sangat besar," katanya.

Dalam beberapa jam setelah pengumuman PM Abe, tagar bila diterjemahkan "Abe tidak ada masker", menjadi tren di Twitter Jepang.

"Malam telah berlalu dan itu bukan mimpi," Profesor Kentaro Iwata, seorang spesialis penyakit menular di Universitas Kobe, mencuit, merujuk pada pengumuman Rabu Abe Rabu.

Dia mengecam proposal tersebut, menyebutnya buang-buang uang, menunjukkan bahwa rumah sakit tidak akan pernah menggunakan masker kain seperti yang diusulkan oleh Abe.

Pengguna Twitter lain, Usube, berkata. “Apakah pemerintah Jepang itu nyata? Ini buang –buang uang pajak. "

"Saya akan membuat dua masker sendiri," tulis seorang pengguna Twitter. "Jangan berikan itu padaku. Gunakan uang itu untuk sesuatu yang lain."

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, mengatakan bahwa masker kain diperkirakan menelan biaya masing-masing sekitar 200 yen (sekira Rp30 ribu), yang menelan biaya 40 miliar yen (sekira Rp6 triliun),.

Suga membela program tersebut, dengan mengatakan kain masekr akan membantu meringankan permintaan untuk masker bedah.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini