nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

India Ubah Kereta Jadi Bangsal Isolasi Pasien Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 02 April 2020 18:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 02 18 2193137 india-ubah-kereta-jadi-bangsal-isolasi-pasien-virus-corona-4TEYBJHWGo.jpg Gerbong kereta di India yang diubah jadi ruang isolasi. (Foto/Telengana Today)

DELHI - India mengubah gerbong kereta api dan stadion olahraga menjadi ruang isolasi untuk menangani lonjakan pasien virus corona.

Indian Railways mengatakan akan memodifikasi 20.000 gerbong menjadi fasilitas medis, dengan masing-masing gerbong berisi 16 tempat tidur.

“Ini berarti bahwa total 320.000 pasien dapat dirawat", kata India Railways dalam sebauh penryataan mengutip Al Jazeera, Kamis (4/2/2020).

Baca juga: Pria India Tewas Dipukuli Polisi Setelah Keluar Membeli Susu Saat Lockdown

Baca juga: Lockdown India Picu Eksodus Massal dan Tragedi Kemanusiaan

India telah satu minggu melakukan karantina wilayah, dengan 1,3 miliar warganya disuruh tinggal di rumah.

Kasus COVID-19 di india 1.637 terpapar virus corona dan 38 meninggal.

India juga kekurangan dokter dan paramedis serta peralatan medis penting seperti ventilator untuk menangani wabah COVID-19.

Selain mengubah kereta api, negara bagian India juga telah mulai mengubah stadion olahraga menjadi fasilitas karantina dan rumah sakit sementara.

Di New Delhi, Gubernur Arvind Kejriwal mengumumkan bahwa stadion Jawaharlal Nehru akan diubah menjadi pusat karantina untuk menangani pasien COVID-19.

Demikian pula, stadion Gachibowli di kota selatan Hyderabad yang digunakan untuk karantina penumpang yang datang dari luar negeri. RS dadakan itu memiliki 1.500 tempat tidur isolasi dan pusat perawatan.

Pihak berwenang di negara bagian Assam di timur laut terpencil yang memiliki beberapa kasus, telah mengubah stadion Sarusajai menjadi pusat karantina dengan kapasitas sekitar 1.000 orang.

Di utara kota Chandigarh, sebuah stadion dan kompleks olahraga diambil alih untuk tujuan yang sama sekali berbeda. Fasilitas itu telah dikonversi menjadi penjara sementara untuk menahan mereka yang melanggar lockdown, kata juru bicara kepolisian Charanjit Singh.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini