Share

Thailand Berlakukan Jam Malam, Pelanggar Terancam 2 Tahun Penjara atau Denda Rp20 Juta

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 03 April 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 03 18 2193442 thailand-berlakukan-jam-malam-pelanggar-terancam-2-tahun-penjara-atau-denda-rp20-juta-lm72YRZx2a.jpg PM Thailand Prayut Chan-o-Cha. (Foto/Thailand News)

BANGKOK - Thailand menerapkan jam malam malam nasional mulai Jumat, (3/1/2020) untuk menghentikan penyebaran virus corona.

"Kita semua perlu beradaptasi untuk bertahan dan bertanggung jawab kepada masyarakat sehingga kita dapat mengatasi krisis ini. Namun, untuk meningkatkan efektivitas mengendalikan penyebaran dan mengurangi perjalanan, saya mengeluarkan jam malam di seluruh negeri,” kata Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha mengutip Strait Times, Jumat (3/1/2020).

"Tolong jangan panik dan [jangan] menimbun barang karena Anda bisa keluar untuk membelinya pada siang hari seperti biasa," lanjut PM Thailand.

Baca juga: RS Corona di Pulau Galang untuk Pasien Kategori Ringan hingga Sedang

Baca juga: Arab Saudi Berlakukan Larangan Keluar Rumah 24 Jam di Makkah dan Madinah

Menurut perintah tertulis yang ditandatangani oleh PM Prayut, jam malam akan berlangsung dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi dan pelanggar bisa menghadapi 2 tahun penjara dan denda hingga 40.000 baht (setara Rp20 juta)

Perintah jam malam tidak berlaku untuk para pengangkut barang, bahan bakar, obat-obatan dan persediaan medis, dan pergerakan pasien serta tenaga medis.

Thailand mengumumkan keadaan darurat pada 26 Maret yang akan berlangsung hingga akhir April, dengan kemungkinan perpanjangan.

Pemerintah juga membatasi perlambatan dalam perjalanan masuk, termasuk warga Thailand yang kembali dari luar negeri, dan merekomendasikan agar warga menunda perjalanan, mengingat terus adanya infeksi baru dari luar negeri.

Semua pendatang, baik warga Thailand maupun asing, harus menunjukkan surat kesehatan pada saat keberangkatan. Warga asing juga diharuskan memiliki asuransi kesehatan minimal USD100.000 (sekira Rp1,6 miliar).

Oleh karenanya, warga Thailand yang ingin pulang perlu mencari surat dari kedutaan Thailand untuk mengonfirmasi kewarganegaraan mereka.

Dr Thiravat Hemachudha, Kepala Pusat Penyakit Menular Universitas Chulalongkorn mengatakan, langkah-langkah yang diterapkan sejauh ini dapat membatasi penyebaran virus corona, tetapi masih belum cukup dan bersifat pasif. Thailand, kata dia, harus meniru China yang melakukan karantina wilayah secara ketat.

“Ketika jam malam dicabut, infeksi baru dapat muncul kembali dan berlanjut seperti lingkaran. Kemudian, kita tidak tahu berapa lama kita harus hidup seperti ini," kata Dr Thiravat.

“Jam malam masih memungkinkan orang untuk pergi pada siang hari. Sebaiknya, mereka harus di rumah," ujarnya.

Thailand sekarang memiliki total 1.875 kasus yang dikonfirmasi dan 15 kematian di 62 provinsi dari total 77. Hampir setengah dari kasus, 895 infeksi corona berada di Bangkok. 

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini