nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perantau yang Nekat Mudik ke Solo Bakal di Karantina Langsung

Bramantyo, Okezone · Jum'at 03 April 2020 18:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 03 512 2193732 perantau-yang-nekat-mudik-ke-solo-bakal-di-karantina-langsung-bA0t99tr8q.jpg Bus yang akan mengangkut perantau (foto: Okezone.com/Bram)

SOLO - Ancaman Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, yang siap mengkarantina para perantau ber-KTP Solo yang nekat mudik tanpaknya tak main-main.

Selain telah menyiapkan tiga tempat yang akan dijadikan lokasi karantina, Pemkot Solo pun telah menyiapkan lima buah bus untuk mengangkut para perantau ke lokasi karantina.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, kelima bus ini akan ditempatkan di beberapa titik kedatangan para perantau.

 korona

Seperti di Stasiun Purwosari, Balapan, Jebres, Terminal Tirtonadi dan Bandara Internasional Adi Soemarmo.

"Begitu tiba di solo, para perantau yang ber-KTP Solo langsung kita bawa ke tempat karantina. Di lokasi karantina ini, mereka akan berada di situ selama 14 hari," papar Rudy, Jumat (3/4/2020).

Menurut Rudy, penyemprotan disinfektan akan dilakukan sebelum dan sesudah bus Batik Solo Trans ini digunakan untuk menjemput para perantau.

"Masker dan hand sanitazer, kita siapkan di dalam bus,"jelasnya.

Sedangkan menyangkut mekanisme penjemputan para perantau, ungkap Rudy, telah dikoordinasikan kepada masing-masing lokasi kedatangan para pemudik. Seperti dengan Kepala terminal, kepala bandara dan kepala stasiun.

"Terkait SOP-nya sedang disiapkan oleh Dinkes Solo dan akan segera disampaikan pada masyarakat. Dan bagaimana sistem dan prosedur untuk penjemputan dan sistem karantina sedang dibuat Kepala Dinkes dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solo," ujarnya.

Hari ini lima bus sudah di kirim ke tiga stasiun di kota Solo, yakni Balapan, Jebres, dan Purwosari, kemudian terminal Tirtonadi dan Bandara Adi Soemarmo.

"Begitu mereka datang, pemudik diminta untuk menujukkan identitasnya. Setelah identitas diketahui, mereka diminta untuk cuci tangan dulu. Terus disemprot handsanitazer dan diberikan masker. Di dalam bus mereka tetap diminta jarak tidak berjubel-jubel," terangnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini