nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Corona Mewabah, Jangan Mudik Dulu Kalau Masih Sayang Keluarga

Agregasi Solopos, · Jum'at 03 April 2020 23:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 03 512 2193907 corona-mewabah-jangan-mudik-dulu-kalau-masih-sayang-keluarga-fQ8ECIEtJ5.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SRAGEN - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau kepada perantau asal Sragen yang masih di perantauan jangan mudik dulu apabila masih sayang dengan keluarga di rumah. 

Mereka diminta menahan diri untuk tidak pulang dulu sampai wabah virus corona berakhir. Bupati menyampaikan imbauan karena pemudik yang masuk Sragen lewat angkutan massal mencapai 60-70 orang per hari.

Para pemudik yang pulang kampung tersebut berstatus sebagai pelaku perjalanan (PP). Yuni, sapaan akrab Bupati, menyampaikan jumlah PP di Sragen setiap hari meningkat.

Data per Kamis 2 April 2020 malam, jumlah PP atau perantau yang mudik di Sragen sebanyak 7.817 orang. Jumlah tersebut meningkat menjadi 8.178 orang pada Jumat 3 April 2020 per pukul 16.30 WIB.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 144 orang, 25 orang di antaranya sudah lolos masa karantina 14 hari dan ada tambahan enam orang lagi.

infografis seputar corona 

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah satu orang sehingga menjadi tiga orang. “Jumlah PP di Sragen meningkat drastis. PP yang bisa didata di Terminal Pilangsari dan Gemolong saja 60-70 orang per hari, belum yang mudik dengan kendaraan pribadi," kata Yuni, Jumat (3/4/2020).

Pemkab Sragen mewaspadai virus corona yang berkembang pesat. Para PP yang pulang dari zona merah Covid-19 ini bisa saja membawa virus tersebut. "Jadi bila sayang dengan keluarga maka jangan pulang kampung dulu,” imbau Bupati.

Sebagaimana diinformasikan para perantau yang mudik ke kampung halaman menjadi perhatian pemerintah daerah tak terkecuali Sragen. Pemerintah daerah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 melalui para pemudik ini.

Salah satunya dengan melakukan screening berupa pengecekan suhu badan dan kondisi kesehatan pemudik yang baru tiba melalui terminal bus. Pada Rabu 1 April 2020 malam hingga Kamis 2 April 2020 dini hari misalnya, ada 14 perantau mudik ke Sragen dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan saat tiba di Terminal Pilangsari, Ngrampal, dan Terminal Kragilan, Gemolong.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Polri, Tagana, dan Pramuka. Kegiatan ini dikoordinasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Sragen Suwandi.

Suwandi menyampaikan pemeriksaan kesehatan perantau yang mudik ke Sragen itu semula dijadwalkan mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB. Namun, Suwandi mengatakan jadwal pemeriksaan kesehatan oleh tim gabungan diajukan. Pemeriksaan di posko Terminal Pilangsari dimulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.20 WIB.

Sedangkan di Terminal Kragilan dimulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB. "Tim dari DKK diwakili puskesmas. Saat pemeriksaan di Terminal Pilangsari juga melibatkan tim dari Dishub Jawa Tengah Wilayah III Surakarta," jelas Suwandi.

Kabid Angkutan Dishub Sragen, Bintoro Setyadi, menambahkan kegiatan posko di Terminal Pilangsari bisa mengidentifikasi ada empat bus yang menurunkan penumpang. Total penumpang yang turun 11 orang.

"Para penumpang yang turun di Pilangsari itu berasal dari Karangmalang, Ngrampal, Sukodono, dan Gondang, dan ada yang dari Kabupaten Karanganyar. Mereka diperiksa suhu badannya. Rata-rata 35-36 derajat Celcius," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini