nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perintah Tinggal di Rumah Tak Merata, Ratusan Ribu Warga AS Terancam Meninggal karena Corona

Agregasi VOA, · Sabtu 04 April 2020 18:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 04 18 2194191 perintah-tinggal-di-rumah-tak-merata-ratusan-ribu-warga-as-terancam-meninggal-karena-corona-TXW0MEfd9P.jpg Dr Anthony Fauci (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri). (Foto/KXAN)

WASHINGTON - Setiap warga Amerika Serikat seharusnya diperintahkan tetap berada di rumah untuk membendung penyebaran pandemi virus corona, kata Direktur Institut Nasional Penyakit Menular AS, Anthony Fauci.

Dengan terjadinya hampir 300.000 infeksi dan hampir 7.000 kematian, korban COVID-19 AS menjadi yang terbesar di dunia.

Namun 12 negara bagian belum mengeluarkan perintah tersebut sementara Presiden Donald Trump menolak mengeluarkan aturan nasional.

"Jika melihat apa yang terjadi di negara kita ini, saya saja tidak mengerti mengapa kita semua tidak melakukannya," kata Fauci.

Baca juga: Dianjurkan Kenakan Masker, Presiden Trump: Saya Memilih untuk Tidak Memakainya

Baca juga: Terburuk, AS Catat 1.480 Kematian Akibat Virus Corona

Sementara Alabama, Missouri, Oklahoma, Texas, Utah, Wyoming dan South Carolina tidak mengeluarkan aturan itu di wilayahnya.

Sejumlah kota dan kabupaten di beberapa negara bagian lain memberlakukan tetap berada di rumah bagi warganya. Lima negara bagian -Arkansas, North Dakota, South Dakota, Nebraska dan Iowa- tidak membuat perintah tersebut di provinsi ataupun pada tingkat lokal.

Diperkirakan puluhan bahkan ratusan ribu warga Amerika terancam meninggal berdasarkan pada kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini. Dalam kebijakan tersebut setiap warga diminta menjaga jarak antar individu. Semakin lama langkah-langkah itu ditunda, semakin tinggi korban yang diperkirakan.

Warga yang melakukan perjalanan dari wilayah yang tidak memiliki aturan pembatasan terkait COVID-19 dapat menyemai wabah baru di daerah yang menerapkannya.

Negara-negara bagian yang belum mengeluarkan perintah untuk tetap berada di rumah sebagian besar adalah daerah pedesaan. Wabah terbesar sejauh ini terjadi di daerah perkotaan termasuk kota New York, Seattle dan Los Angeles. 

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini