nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wafat Berstatus PDP Covid-19, Kepala Kemenag Blitar Dimakamkan

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 04 April 2020 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 04 519 2194211 wafat-berstatus-pdp-covid-19-kepala-kemenag-blitar-dimakamkan-LgTBvgVGyd.jpg Illustrasi pemakaman korban covid-19 (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

KOTA BLITAR – Satu pasien dalam pengawasan (PDP) corona yang merupakan Kepala Kementerian Agama (Kemenang) Blitar, meninggal dunia saat menjalani proses perawatan di RSUD Ngudi Waluyo. Jenazah tersebut akhirnya dimakamkan pada Sabtu (4/4/2020) dengan menggunakan prosedur penanganan corona meskipun belum diketahui hasilnya, positif atau negatif.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Blitar, Krisna Yekti membenarkan adanya kabar kematian PDP yang merupakan Kepala Kemenag Blitar. Ia menjelaskan korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat kemarin dan dimakamkan pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.45 WIB.

“Jenazah telah dimakamkan tadi pagi, dinyatakan meninggal dunia pada Jumat kemarin. Dimakamkan sesuai prosedur pemakaman jenazah corona,” ungkap Krisna melalui siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (4/4/2020).

Berdasarkan hasil pelacakan, PDP corona yang meninggal dunia di RSUD Ngudi Waluyo merupakan kluster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

 Korban Covid-19

Hal ini menambah daftar corona dari kluster pelatihan petugas haji, asal Blitar raya, setelah sebelumnya seorang warga asal Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, yang mengikuti pelatihan petugas haji berstatuskan PDP. Namun setelah menjalani swab hasilnya ternyata negatif, pasien berjenis kelamin perempuan ini pun telah dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan dari rumah sakit.

Sedangkan satu pasien positif corona berjenis kelamin laki - laki, yang masih menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Ngudi Waluyo Blitar juga berasal dari kluster yang sama.

Di sisi lain, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Endah Woro menjelaskan, hasil swab Kepala Kemenag Blitar memang belum keluar karena masih dikirim. Namun dari hasil rapid test, korban dinyatakan positif terjangkit corona.

“Hasil swab-nya belum keluar, kalau di-rapid test-nya positif,” tukas Endah Woro.

Di Kabupaten Blitar sendiri hingga Sabtu sore terdapat seorang pasien positif corona, meski telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 49 orang berstatuskan pasien dalam pengawasan (PDP) dan 117 berstatuskan ODP.

Sedangkan di Kota Blitar terdapat satu orang yang dinyatakan positif corona, satu orang berstatuskan PDP, dan 131 lainnya masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini