nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lockdown COVID-19 Dilonggarkan, Puluhan Ribu Orang Padati Tempat Wisata di China

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 07 April 2020 12:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 07 18 2195391 lockdown-covid-19-dilonggarkan-puluhan-ribu-orang-padati-tempat-wisata-di-china-FosHUPZ6RB.jpg Taman Gunung Huangshan, Provinsi Anhui, China dipadati wisatawan, 4 April 2020. (Foto: CNN)

HONG KONG - Sejumlah besar orang berbondong-bondong ke tempat-tempat wisata populer dan kota-kota besar di seluruh China selama liburan akhir pekan meskipun ada peringatan dari otoritas kesehatan bahwa risiko yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona (COVID-19) masih jauh dari selesai.

Foto-foto dari Taman Gunung Huangshan di Provinsi Anhui pada Sabtu 4 April 2020 menunjukkan ribuan orang berdesakan, banyak yang memakai masker wajah, ingin merasakan pengalaman di luar setelah berbulan-bulan menjalani larangan bepergian dan tindakan penguncian yang ketat.

Begitu besarnya minat untuk masuk ke tempat wisata populer, sampai-sampai Global Times melaporkan pada pukul 7.48 pagi, pihak berwenang mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan bahwa taman tersebut telah mencapai kapasitas 20.000 orang, dan tidak akan menerima pengunjung lagi.

Sementara itu di Shanghai, Bund Waterfront yang populer kembali dipenuhi oleh orang-orang yang berbelanja dan turis, setelah beberapa pekan nyaris sepi. Banyak restoran kota yang tutup hanya beberapa hari yang lalu juga tampaknya melakukan perdagangan cepat, dengan beberapa memerlukan reservasi untuk masuk.

Kisah serupa terjadi di Ibu Kota Beijing, dengan penduduk setempat berbondong-bondong ke taman kota dan ruang terbuka, demikian diwartakan CNN, Selasa (7/4/2020).

Pemandangan yang mendadak terlihat itu menandai mulai kembali normalnya kehidupan di China, lebih dari tiga bulan setelah virus corona terdeteksi di Kota Wuhan. Wabah tersebut telah menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari satu juta orang, membuat sebagian besar China terhenti dalam upaya menahan penyebarannya.

Pada puncaknya, ribuan kasus baru dicatat di China setiap hari. Namun, dalam beberapa pekan terakhir tingkat infeksi telah melambat secara signifikan. Pada Senin (6/4/2020), China melaporkan hanya 39 kasus baru, hampir semuanya kasus impor. Hingga saat ini, China telah mencatat 82.641 kasus dan 3.335 kematian.

Tetapi meski pemerintah perlahan-lahan melonggarkan pembatasan, para ahli kesehatan China mendesak masyarakat untuk terus berlatih hati-hati, terutama setelah beberapa kasus asymptomatic terdeteksi di negara itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini