nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Israel Akan Produksi Massal Masker Ramah Janggut untuk Umat Muslim dan Yahudi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 15:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 07 18 2195512 israel-akan-produksi-massal-masker-ramah-janggut-untuk-umat-muslim-dan-yahudi-c7vqhsiMaY.jpg Foto: Okezone.

TEL AVIV - Pihak berwenang Israel telah mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi masker wajah yang dibuat khusus untuk melindungi umat beragama di negara itu, yang memelihara janggut sebagai bagian dari kepercayaan mereka, dari virus corona (COVID-19).

Dalam suatu langkah yang tidak diragukan lagi akan melegakan umat beragama, terutama Yahudi orotodoks Israel dan Muslim, tidak akan ada perintah yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk memotong bewok mereka, atau mengurangi janggut mereka.

Otoritas Israel telah meminta masyarakat untuk menutup mulut dan hidung mereka di depan umum, tetapi imbauan itu membuat para pendukung pogonotropi yang saleh; Kelompok-kelompok Yahudi, Muslim dan Kristen di negara itu, yang memelihara jenggot sebagai tanda keimanan, mengalami sedikit kesulitan.

Wakil direktur jenderal Departemen Kesehatan Itamar Grotto meredakan ketakutan yang dirasakan baik oleh mullah Muslim dan rabi Yahudi.

"Kami sedang menciptakan sertifikasi industri untuk masker, yang berarti bahwa dalam beberapa hari akan benar-benar ada masker dengan ukuran yang berbeda," katanya kepada Army Radio sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (7/4/2020).

"... (Jadi) mereka yang berjanggut akan dapat menggunakan masker yang sesuai."

Juru Bicara Pimpinan Kerabian Israel mengatakan pihaknya mempertimbangkan untuk mengizinkan orang Yahudi yang beragama untuk mencukur janggut mereka jika dianggap perlu, namun, Grotto mengatakan bahwa mereka tidak mempertimbangkan mencari persetujuan kerabian semacam itu untuk saat ini.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pekan lalu bahwa liburan Yahudi, Muslim dan Kristen yang akan datang harus dirayakan hanya dengan "keluarga inti saja". Dia menambahkan bahwa kerabat lanjut usia harus dikecualikan dari peristiwa tersebut untuk keselamatan mereka sendiri.

Selain itu, pergerakan di sekitar kota Yahudi ultra-Ortodoks Bnai Brak, dekat Tel Aviv, telah dibatasi karena wilayah tersebut menyumbang sekira 30 persen dari kasus virus korona Israel. Pada Senin pagi, Israel memiliki total 8.611 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 51 kematian.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini