nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belum Usulkan PSBB, Pemkot Yogyakarta Siapkan 3 Skenario untuk Pemudik

krjogja.com, · Selasa 07 April 2020 15:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 07 510 2195532 belum-usulkan-psbb-pemkot-yogyakarta-siapkan-3-skenario-untuk-pemudik-UY8koeZjes.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hingga saat ini belum akan menerapkan usulan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun demikian hal itu juga akan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 serta arus mudik di Kota Yogya.

Menurut Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, protokol yang sudah dijalankan selama ini masih dipertahankan. “Sampai saat ini kita belum akan menambah protokol Corona yang sudah kita jalankan. Tetapi kita juga tetap antisipasi,” tandasnya.

Meski belum akan mengusulkan PSBB ke Pemerintah Pusat, Heroe mengaku, pihaknya sudah menyiapkan tiga skenario, terutama untuk merespons arus mudik yang masuk ke Kota Yogya. Tiga skenario itu ialah skenario optimal, moderat, dan landai.

Skenario Optimal

Skenario optimal akan dijalankan ketika pemudik yang datang dalam jumlah besar dengan waktu hampir bersamaan. Sehingga perlu ada penataan arus masuk Yogya dan penataan manajemen lalu lintas di area dalam kota.

Skenario Moderat dan Landai

Kemudian skenario moderat jika jumlah pemudik masih dalam batas yang normal. Begitu juga skenario landai ketika pemudik yang datang cukup sedikit.

“Kesemuanya itu akan diatur berdasarkan pola pengaturan arus masuk dan keluar di Kota Yogya. Manajemen arus lalu lintas dalam kota dan pengawasan ketat di titik kumpul baik di stasiun, terminal dan tempat titik berkumpul lainnya,” paparnya.

Protokol Penanganan

Sejumlah protokol yang sudah dijalankan di Kota Yogya antara lain bekerja dari rumah, sekolah dari rumah serta beraktivitas di rumah jika tidak ada kepentingan penting. Selain itu juga tidak hadir dalam kumpulan orang banyak, menjaga jarak fisik, selalu cuci tangan dan tidak mengusap wajah utamanya mulut, hidung dan mata.

Bagi warga yang baru pulang bepergian dari luar kota atau mudik, wajib periksa dan isolasi selama 14 hari secara sukarela. “Semoga dengan protokol yang dijalankan ini kehidupan sosial dan ekonomi warga Kota Yogya tetap berjalan baik,” katanya.

Penurunan Kunjungan Warga

Heroe menambahkan, dalam beberapa hari ini justru terjadi penurunan kunjungan warga ke fasilitas layanan kesehatan yang merasa memiliki gejala flu atau mirip Covid19. Pada Februari 2020 rata-rata ada sekitar 120 orang perhari yang periksa di puskesmas, RS Pratama dan RS Jogja. Kemudian pada Maret melonjak hingga rata-rata 400 sampai 500 orang perhari. Namun pada April ini mulai terjadi penurunan yang saat ini berkisar 100 orang perhari.

Kondisi tersebut diharapkan indikasi kasus dan penanganan Covid-19 di Kota Yogya tertangani dengan baik. Dengan begitu bisa diperkirakan analisis berakhirnya virus Korona di Yogya muapun DIY.

“Agar kasus Covid-19 terus bisa kita tekan dan turun terus, maka seluruh warga Yogya harus tetap menjalankan protokol Korona dengan disiplin. Jangan pula panik karena kebutuhan logistik dijamin aman hingga minimal tiga bulan ke depan,” urainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini