nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkab Wonogiri Larang Warga Bagikan Masker Langsung, Harus Lewat Gugus Tugas

krjogja.com, Jurnalis · Selasa 07 April 2020 17:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 07 512 2195610 pemkab-wonogiri-larang-warga-bagikan-masker-langsung-harus-lewat-gugus-tugas-4w33pzHcor.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

WONOGIRI - Bupati Wonogiri Joko Sutopo menggelar rapat evaluasi penanganan kasus Covid 19 atau Corona di daerahnya, Selasa (7/4/2020).

Pihaknya mengisyaratkan larangan keras bagi pihak ketiga atau kelompok masyarakat di daerah itu yang menyerahkan langsung alat perlindungan diri atau APD maupun masker kepada orang lain yang dikemas sebagai acara bakti sosial menyusul maraknya kasus Corona.

“Jika pihak ketiga akan menggelar baksos dengan bagi-bagi masker tidak boleh diserahkan sendiri secara langsung tapi harus lewat Gugus Tugas Kabupaten,” jelas Bupati Joko kepada wartawan usai rapat dengan para kepala OPD dan pihak terkait di lingkungan Pemkab Wonogiri.

Menurut dia, yang dilarang bukan soal aksi baksos untuk antisipasi penyebaran virus Corona. “Tapi cara membagi-bagikan masker itu kami tidak setuju. Bisa jadi kerumunan massa itu justru akan memicu cepatnya penyebaran virus Covid 19,” ungkap Bupati didampingi Kabag Humas dan Protokol Pimpinan Setda Haryanto SSTP MHum dan Kasatpol PP Waluyo SSos MM.

Pihaknya minta dinas terkait tetap waspada dan gencar sosialisasi bahaya penyebaran virus Corona karena sampai saat masih banyak ditemui kerumunan massa di sejumlah tempat di wilayahnya.

Di sisi lain, Bupati Wonogiri mengakui angka pemudik ke daerahnya melalui terminal induk mulai berkurang. Sehingga, kata dia, Tenaga screening di terminal induk Wonogiri kini ditiadakan atau ditarik kembali ke Puskesmas-Puskesmas se Wonogiri.

Bupati menuturkan, dari total sekitar 36.000 pemudik ke Wonogiri hanya ada 178 pemudik masuk kategori OPD. “Pemudik yang datang setelah tidak ada screening di terminal induk diimbau melakukan isolasi mandiri atau memeriksakan kesehatan di desa masing-masing atau Puskesmas terdekat,” ujar Bupati Joko.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini