nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Hari Dirawat di ICU karena COVID-19, Kondisi PM Inggris Stabil

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 08 18 2196288 dua-hari-dirawat-di-icu-karena-covid-19-kondisi-pm-inggris-stabil-SM7Ch67IuW.jpg Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson. (Foto: Reuters)

LONDON – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menghabiskan malam kedua di ruang perawatan intensif (ICU) untuk mendapat perawatan gejala virus corona (COVID-19) yang dia alami. Setelah kondisinya sempat dikabarkan memburuk, Johnson kini dilaporkan dalam keadaan stabil. 

Kantor perdana menteri di Downing Street dalam pernyataannya menjelaskan bahwa Johnson masih dirawat di Rumah Sakit St Thomas, London untuk diawasi dengan ketat.

Menteri Luar Negeri Dominic Raab, yang mewakili selama perdana menteri absen, mengatakan Johnson menerima perawatan oksigen standar dan bernapas tanpa bantuan, seperti ventilator mekanis atau bantuan pernapasan non-invasif.

Perdana menteri dirawat di St Thomas pada Minggu (5/4/2020), atas saran dokternya, setelah terus menunjukkan gejala batuk dan suhu tinggi 10 hari setelah dia dites positif terinfeksi virus corona.

Raab mengatakan perdana menteri diawasi secara ketat dalam perawatan kritis, seperti praktik klinis biasa.

"Saya yakin dia akan berhasil, karena jika ada satu hal yang saya tahu tentang perdana menteri ini, dia seorang pejuang. Dan dia akan kembali di pucuk pimpinan, memimpin kita melalui krisis ini dalam waktu singkat," kata Raab sebagaimana dilansir BBC, Rabu (8/4/2020).

Berdasarkan laporan terbaru, tercatat ada 55.242 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Inggris, dengan 6.159 kematian.

Sejak 23 Maret, Inggris telah memberlakukan larangan pertemuan publik lebih dari dua orang dan penutupan toko-toko yang menjual barang-barang tidak penting, selain serangkaian pembatasan lainnya untuk mengatasi penyebaran virus corona. Pembatasan tersebut akan ditinjau kembali setelah tiga pekan, yang akan jatuh pada 13 April, dan mungkin diperpanjang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini