nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pandemi Covid-19, Ada 2 Zona Merah Baru di Denpasar

Agregasi Balipost.com, · Rabu 08 April 2020 15:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 08 244 2196128 pandemi-covid-19-ada-2-zona-merah-baru-di-denpasar-jq39Z2nzTl.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

DENPASAR – Jumlah pasien positif corona atau covid-19 di Denpasar jadi 10 orang, di mana sehari sebelumnya ada 8 pasien. Dilihat dari https://safecity.denpasarkota.go.id/id/covid19, untuk pasien yang sembuh masih tetap sebanyak 6 orang. Sementara yang masih dirawat kini bertambah lagi 2 orang, yakni total 4 orang.

Untuk penambahan kasus baru dari tabel data kasus COVID-19 di Kota Denpasar ada dua kelurahan yang menjadi zona merah baru. Yakni Tonja dan Dauh Puri Kelod.

Jadi, secara keseluruhan ada 8 kelurahan yang masuk zona merah di Denpasar. Diantaranya, Panjer karena sudah ada 1 terkonfirmasi positif walaupun sudah sembuh, Padangsambian Kaja karena juga terdapat 1 konfirmasi positif meski sudah sembuh, kemudian ada Pemogan yang warganya sudah 2 terkonfirmasi positif dengan status 1 sudah sembuh. Setelah itu Dauh Puri Kelod 1 positif, Tonja 1 positif, Peguyangan Kangin 1 positif sudah sembuh, Penatih 1 positif, dan Ubung 1 positif sudah sembuh. Sementara itu, satu warga yang positif namun sudah sembuh berasal dari luar Denpasar.

Saat ini, yang masih dirawat mencapai 4 orang, yakni Pemogan, Dauh Puri Kelod, Tonja, dan Penatih. Sementara itu, terdapat PDP sebanyak 12 orang. Dengan rincian, 1 tes negatif dan 11 menunggu hasil, OTG sebanyak 20 orang; sehat 3 orang dan 17 orang tanpa gejala (OTG), dan Orang dalam Pemantauan (ODP) 158; sehat 119, masih berstatus pengawasan 39 orang.

Baca Juga :  Per 12 April, Penumpang Kereta di Bandung Wajib Kenakan Masker

Dimintai konfirmasinya, Juru Bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Pemkot Denpasar, Dewa Gde Rai, Rabu (8/4) mengingatkan lebih tegas lagi agar semua pihak lebih disiplin lagi dalam mengikuti arahan dan imbauan pemerintah. Yakni jangan keluar rumah kalau tidak penting, selalu menggunakan masker setiap keluar rumah, dan menjaga jarak fisik 1-2 meter.

Ia pun meminta tim Satgas COVID-19 Gotong Royong di tingkat desa/kelurahan untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap masyarakat yang ada di wilayahnya. Sehingga orang yang berstatus ODP dapat dimonitor dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini