nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Papua Tetapkan Status Tanggap Darurat

Edy Siswanto, Okezone · Kamis 09 April 2020 02:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 08 340 2196376 jumlah-kasus-positif-covid-19-melonjak-papua-tetapkan-status-tanggap-darurat-MAePeBNUek.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua akhirnya  menaikkan status penanganan virus corona (Covid-19), dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Hal itu menyikapi semakin bertambahnya jumlah kasus positif akibat virus ini.

Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Provinsi Papua terus bertambah, dari sebelumnya 31 orang, menjadi 45 orang, atau bertambah 14 kasus baru.

Status ini diberlakukan sejak 9 April hingga 6 Mei 2020. Perubahan status tersebut nantinya akan mengubah pola pencegahan dan pengendalian Covid-19, agar semakin terintegrasi.

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menjelaskan, dengan penaikan status tersebut, maka akan ada langkah kongkret, berupa koordinasi pusat dan daerah. Langkah itu termasuk pengerahan sumber daya, baik SDM maupun anggaran untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Papua.

Infografis Okezone

"Mengapa, karena ada peningkatan signifikan jumlah pasien Covid-19 yang saat ini terus bertambah (45 orang positif). Sehingga dengan perubahan status tersebut, pemerintah provinsi akan memiliki kewenangan yang besar dalam melakukan langkah-langkah konkret untuk menggunakan sumber daya (anggaran dan SDM), serta pelaksanaan koordinasi ke pusat dan daerah," ucapnya.

Baca juga: Kabupaten Bekasi Juga Minta Izin Terapkan PSBB

Peningkatan status tersebut sesuai dengan mekanisme dan undang-undang yang berlaku. Dirinya berharap, masyarakat berhati-hati dan sama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi semua anjuran pemerintah.

“Patuhi apa yang sudah kami anjurkan, yaitu melakukan aktivitas di dalam rumah saja. Boleh keluar rumah, tetapi yang penting-penting saja. Saling menjaga, kalau tidak ada kepentingan jangan lakukan interaksi sosial yang tidak penting,” ucapnya.

Dijelaskannya, dengan status Tanggap Darurat tersebut, maka akan ada perubahan perpanjangan belajar dan bekerja dari rumah. "Kita perpanjang work from home atau belajar dan bekerja di rumah, dari tanggal 14 April hingga 23 April 2020, kecuali bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik dan kebutuhan keseharian,” ucapnya.

Sementara itu, pembatasan keluar-masuk orang melalui pelabuhan dan bandara juga diperpanjang, mulai 9 April hingga 23 April 2020.

“Pembatasan melalui penerbangan, pelayaran komersial, carteran termasuk dari dan ke Animha, Meepago, Lapago, Saereri, dan Mamta terkecuali logistik, bahan pokok, bahan bakar, logistik kesehatan, obat-obatan, tenaga medis, evakuasi pasien, sektor perbankan, pergantian kru pesawat dan emergensi keamanan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucapnya. 

Selain itu, aktivitas pertokoan dan pusat perbelanjaan juga dibatasi, mulai pukul 06.00 WIT-14.00 WIT. 

Dikatakan, pihaknya juga akan mengoptimalkan pencegahan dengan meminta kepada pihak aparat kemanan, untuk mengambil langkah-langkah tegas untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Kami harus tegas soal ini demi menjaga masyarakat Papua bebas dari penyebaran virus tersebut. Kalau masih lakukan aktivitas ngumpul-ngumpul akan dilakukan tindakan pembubaran secara paksa,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini