nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gubernur Sulsel Masih Pikir-Pikir Terapkan PSBB

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 08 April 2020 07:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 08 609 2195826 gubernur-sulsel-masih-pikir-pikir-terapkan-psbb-ouPy9hgpFs.JPG Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (Foto: Okezone.com)

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah memilih fokus mengatasi episentrum penyebaran virus corona (Covid-19) di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros.

Meski ada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020, tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menurut Nurdin, tidak semua wilayah memiliki kesamaan.

Sebelum PSBB itu dibuat, sebagian wilayah Sulsel sudah melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Yakni dengan meliburkan sekolah, bekerja dari rumah, physical distancing, dan social distancing.

"Saya ingin sampaikan kepada kita semua, kita harus berhati-hati memberlakukan (PSBB) di Sulsel, karena tidak semua wilayah sama dari 24 kabupaten/kota. Episentrum penyebaran mulai dari Makassar, dan daerah penyangga kita Gowa dan Maros. Nah ini sekarang kita fokus di sini. Kita jangan lupa bahwa Sulsel ini adalah penyangga pangan nasional," kata Nurdin saat video conference dengan awak media, Selasa 7 April 2020 kemarin.

Sulsel sebagai daerah penyangga pangan nasional, menjadi pertimbangan Nurdin untuk tidak ikut-ikutan menerapkan PSBB.

"Bagaimana nantinya kalau semua petani kita dirumahkan? Sekarang ini lagi musim tanam. Jangan-jangan justru bukan corona yang membunuh kita, tapi kita mati kelaparan," ujarnya.

Infografis COVID-19

"Mungkin perlu kita pikirkan bersama. Inovasi daerah ini penting. Bagaimana daerah masing-masing melakukan inovasi. Khusus Makassar sebagai episentrum penularan, tentu kita lebih tegas lagi memberlakukan aturan pencegahan Covid-19)," lanjutnya.

Sejauh ini, kata dia, Gugus Tugas Covid-19 terus melakukan upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Di antaranya, melakukan pemetaan beberapa wilayah yang memang menjadi pusat penularan.

"Kita coba lakukan isolasi wilayah, apakah mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan. Tapi ini ada risikonya. Tidak mungkin orang dirumahkan tanpa diberikan bekal," tutup Nurdin.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini