nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Bayi di Inggris Kalahkan Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 09 April 2020 16:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 09 18 2196750 dua-bayi-di-inggris-kalahkan-virus-corona-VjQbtwlDh5.jpg Ilustrasi. (Foto/Shutterstock)

LONDON - Mason Atton dan Ava da Silva adalah dua pasien termuda di Inggris yang terpapar virus corona.

Mason Atton, dari Chesterfield di Derbyshire, yang berumur enam minggu, mengalami suhu hingga 39 derajat. Dia juga terus menangis selama berjam-jam saat mengalami gejala terinfeksi virus corona.

Sementara Ava da Silva, dari Islington, London Utara, berusia tujuh minggu. Saat demam tinggi dia berhenti minum susu dari ibunya.

Kedua bayi itu kemudian dilarikan ke rumah sakit pada bulan lalu, di mana dokter spesialis berjuang untuk membantu mereka, dan keduanya dinyatakan sembuh dari virus corona.

Namun pada awal terpapar virus corona, ibu Ava tidak bisa bersama anaknya, karena dia harus diisolasi akibat batuk terus menerus.

Sedangkan ayah Mason, Shaun Atton menyarankan kepada semua orang tua bahwa virus corona juga bisa menular kepada bayi. “Telepon 111 (nomor darurat Britania Raya) dan minta bantuan,” ujarnya.

Atton mengatakan ketika putra mereka merasa tidak enak badan, mereka mengira Mason hanya demam biasa, tetapi dia memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter.

"Suhu tubuh Mason tinggi dan tidak mau minum susu, sehingga kami menelepon 111 dan meminta bantuan," katanya menyitir Daily Mail, Kamis (9/4/2020).

“Mereka menyarankan kami untuk membawanya ke rumah sakit karena suhu tubuhnya tidak turun,” lanjutnya.

Foto/Daily Mail

Mereka membawa Mason ke Rumah Sakit Royal Chesterfield, di mana dokter pada saat itu menduga Mason mengalami bronkitis.

"Mereka juga mengujinya untuk Covid-19 dan Mason diperbolehkan pulang pada hari berikutnya," kata Atton.

Sesampainya di rumah, Atton mendapat kabar dari rumah sakit, bahwa anaknya positif Covid-19.

"Itu sangat mengejutkan," katanya. “Suhu Mason mencapai 39 derajat Celcius, dan dia menangis selama berjam-jam.”

"Kami membawanya kembali ke rumah sakit, tetapi dokter anak harus meminta nasihat dari dokter lain bagaimana cara merawat pasien virus corona," tutur Atton.

Karena tidak ada pengobatan untuk Covid-19, Mason diberi parasetamol untuk menurunkan suhu.

Dokter anak rumah sakit mengatakan, meskipun gejala virus akan berlangsung hanya beberapa hari, efek samping seperti kulit belang-belang bisa bertahan hingga enam minggu.

“Sekitar seminggu sebelum Mason jatuh sakit, saya kembali dari London dengan kondisi badan deman dan batuk, jadi saya pikir, saya membawa virus ke rumah,” kata Atton.

"Aku merasa sangat bersalah telah menularkan Mason dan pasanganku Danielle," lanjutnya.

Sementara itu, Vania da Silva, ibu Ava menceritakan betapa sedihnya dia karena tidak bisa mendampingi putrinya saat dirawat di Rumah Sakit Universitas London.

“Tidak bisa bersama putri adalah saat terburuk dalam hidup saya,” ujar Da Silva. "Aku tidak bisa tidur, aku tidak bisa makan, aku sangat khawatir."

Foto/Daily Mail

Ava sakit setelah Da Silva mengalami batuk terus-menerus. “Ava bersin-bersin dan napasnya tidak teratur. Suhunya terus naik dan mencapai 38 derajat celcius,” cerita Da Silva.

“Saya menelepon 111 dan butuh sekitar empat jam baru ambulans tiba.”

Da Silva memberi tahu paramedis bahwa dia memiliki gejala Covid-19. “Dan ketika mereka memutuskan untuk membawan Ava ke rumah sakit, saya tidak diizinkan untuk mendampinginya.

Ava akhirnya pergi didampingi mantan suami dan pasangan Da Silva.

Pada awalnya, dokter mengira Ava menderita meningitis, meksi demikian dia tetap menjalani tes virus corona.

“Ava ditempatkan di kamar sendiri dan perawat mengenakan peralatan pelindung,” ujar Da Silva.

Da Silva mendapat kabar dari pasangannya bahwa Ava positif virus corona. "Aku merasa hancur, terutama karena aku tidak bisa bersamanya."

Ava menjalani perawatan dalam semalam, namun dia diperbolehkan pulang pada esok harinya.

“Orang-orang mengatakan bahwa bayi tidak akan tertular virus corona, tetapi jelas mereka bisa tertular,” ujar Da Silva seraya menambahkan, “Orang-orang tidak menyadari betapa seriusnya masalah ini.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini