nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria Malaysia Berjalan Kaki 120 Km ke Kampung Halaman Agar Tak Tularkan COVID-19

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 09 April 2020 16:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 09 18 2196782 pria-malaysia-berjalan-kaki-120-km-ke-kampung-halaman-agar-tak-tularkan-covid-19-jvp0r1oJL2.jpg Alixson dan Hachiko. (Foto: The Star)

SEORANG pria di Malaysia rela menempuh perjalanan ratusan kilometer ke kampung dengan berjalan kaki sebagai langkah pencegahan agar dia tidak menyebarkan virus corona (COVID-19)

Alixson Mangundok, berjalan sejauh 120 km dari Kota Kinabalu ke kampung halamannya, Kota Marudu agar menghindari kemungkinan menularkan virus corona. Kepada Berita Harian, pria berusia 34 tahun itu mengatakan, setelah mendarat di Bandara Internasional Kota Kinabalu dari Jepang pada 25 Maret, ia segera pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan.

"Meskipun hasilnya memang keluar dan tidak menunjukkan gejala, saya mengambil tindakan pencegahan dan akhirnya memutuskan untuk berjalan dari Kota Kinabalu ke Kota Marudu," ujarnya sebagaimana dilansir World of Buzz.

The Star melaporkan, Alixson memulai perjalanannya pada 26 Maret malam dan mencapai Kota Marudu pada 28 Maret. Bahkan setelah mencapai Kota Marudu, dia melakukan isolasi dan tinggal sendirian di pertanian ayahnya dengan anjingnya.

Alixson menjelaskan bahwa sambil menunggu hasil tes, dia khawatir mendekati siapa pun. Pada awalnya, dia diberitahu bahwa dia perlu dikarantina di pusat-pusat tetapi kemudian dia yakin bahwa dia bisa dikarantina di rumah.

"Untuk menghindari risiko bagi siapa pun, saya memutuskan untuk berjalan ke Kota Marudu karena saya terbiasa berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya dari berburu dan bercocok tanam," katanya.

Alixson menempuh perjalanan itu bersama anjing yang ditemuinya di Luyang, Kota Kinabalu. Anjing yang diberi nama Hachiko, seperti nama anjing dalam cerita Jepang, itu mengikutinya sepanjang perjalanan. Mereka hanya akan tidur dan berlindung di halte apa pun. Sepanjang jalan, saat melewati rintangan jalan, dia harus meyakinkan pihak berwenang bahwa dia tidak bercanda dan menyerahkan semua dokumen yang diperlukan.

Meskipun polisi menawarkannya tumpangan, dia tidak ingin menyusahkan siapa pun karena dia tidak ingin meninggalkan Hachiko dan juga tidak ingin menimbulkan risiko kesehatan.

"Saya pikir Hachiko dikirim untuk merawat saya sepanjang perjalanan saya dari Kota Kinabalu ke kota asal saya," kata Alixson yang menganggap anjingnya itu sebagai berkah Tuhan.

Setelah skrining pertama menunjukkan hasil negatif, ia menjalani skrining kedua di Rumah Sakit Kota Marudu, Alixson masih melakukan karatina mandiri di peternakan ayahnya. Ayah dua anak itu bahkan belum bertemu orang tua dan anak-anaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini