nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kaji Penerapan PSBB, Gubernur Sulsel: Perlu Data Akurat sebelum Diputuskan

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 09 April 2020 06:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 09 609 2196414 kaji-penerapan-psbb-gubernur-sulsel-perlu-data-akurat-sebelum-diputuskan-9NIcwyFsIN.JPG Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat meninjau Bandara Sultan Hasanuddin di Maros (Foto: Pemprov Sulsel)

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, masih mengkaji kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diterapkan di DKI Jakarta pada Jumat, 10 April 2020 besok.

PSBB adalah pembatasan kegiatan penduduk dalam suatu wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 makin meluas, dan tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Kita lagi kaji, tentu saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Saya tentu harus mendapatkan data. Data yang akurat, sebelum kita putuskan," kata Nurdin Rabu, 8 April 2020.

Ia pun akan melakukan rapat bersama Forkopimda Sulsel, dan mengumpulkan semua data yang dibutuhkan, untuk memutuskan apakah akan diajukan PSBB di Sulsel secara keseluruhan, atau hanya parsial kabupaten/kota saja.

"Kita mengumpulkan semua data, apakah PSBB ini sudah memenuhi syarat untuk kita ajukan. Yang mengajukan PSBB itu juga ada indikatornya. Ada beberapa kriteria, kalau tidak memenuhi syarat, susah juga kita ajukan," jelasnya.

Nurdin menambahkan, melihat kondisi yang ada, terutama di Kota Makassar yang menjadi episentrum penyebaran, maka ibu kota provinsi ini yang akan menjadi sentral penerapan.

"Makanya kita harus duduk bersama. Yang pasti Makassar harus menjadi titik sentral kita. Kalaupun PSBB itu Makassar, mungkin ini yang coba kita dorong," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini