nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Nikaragua Hampir Sebulan Menghilang di Tengah Pandemi Virus Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 April 2020 19:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 10 18 2197358 presiden-nikaragua-hampir-sebulan-menghilang-di-tengah-pandemi-virus-corona-QOXgEhp05k.jpg Presiden Nikaragua, Daniel Ortega. (Foto: Reuters)

MANAGUA – Presiden Nikaragua Daniel Ortega telah menghilang dan tidak terlihat di depan publik selama hampir sebulan di saat negaranya khawatir akan penyebaran virus corona (COVID-19) yang kini menjadi pandemi global. Absennya presiden berusia 74 tahun itu menimbulkan pertanyaan akan keberadaannya dan kondisi kesehatannya. 

Pada 2014, saat dia juga menghilang, absennya Ortega menimbulkan spekulasi bahwa dia mungkin telah mati.

Sejauh ini Pemerintah Nikaragua tidak menanggapi permintaan komentar tentang alasan ketidakhadiran Ortega, kesehatannya atau apakah dia masih hidup. Namun, seorang sumber anonim yang dekat dengan Ortega mengatakan sang presiden masih hidup.

Sumber itu mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, mantan gerilyawan itu telah menderita dua serangan jantung dan mengidap kolesterol tinggi dan penyakit lainnya. Sejak itu, Ortega semakin melindungi kesehatannya.

Penampilan terakhir Ortega di depan umum adalah pada 12 Maret, di mana ia berbicara singkat melalui video dari ruang tamu.

“Dia selalu melarikan diri dari masalah; tidak heran dia absen di tengah krisis virus corona,” kata Dora Maria Tellez, mantan menteri di pemerintahan pertama Ortega pada 1980-an yang kemudian memutuskan hubungan dengan sang presiden.

Ortega juga menghilang selama beberapa pekan pada 1998, setelah anak tiri yang dia adopsi menuduhnya melakukan pelecehan. Ortega membantah tuduhan itu.

Selama ketidakhadirannya, istri Ortega, Wakil Presiden Rosario Murillo, telah berbicara di depan umum setiap hari, memicu spekulasi bahwa Ortega akhirnya akan muncul untuk mengawasi kampanye untuk mengalahkan virus corona.

Sejauh ini, Nikaragua belum mendorong warganya untuk menjaga jarak sosial atau tindakan lain terhadap virus, bahkan ketika negara tetangganya, Honduras dan El Salvador, menerapkan pembatasan ketat.

Nikaragua telah mencatat tujuh kasus virus corona dan satu kematian terkait, tetapi para ahli mempertanyakan jumlahnya karena pemerintah belum mengungkapkan berapa banyak tes yang telah dilakukan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini