nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota New York Gunakan Kuburan Massal di Tengah Lonjakan Angka Kematian COVID-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 10 April 2020 20:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 10 18 2197375 kota-new-york-gunakan-kuburan-massal-di-tengah-lonjakan-angka-kematian-covid-19-3lyu9Nud0H.jpg Foto: BBC.

NEW YORK - Foto-foto yang muncul di media memperlihatkan peti mati yang dimakamkan di kuburan massal di Kota New York, di saat korban tewas akibat wabah virus corona (COVID-19) terus meningkat. Dalam foto-foto tersebut, pekerja dengan pakaian hazmat terlihat menggunakan tangga untuk turun ke lubang besar tempat peti mati ditumpuk. 

Kuburan massal itu berlokasi di Pulau Hart, digunakan untuk jenazah penduduk New York tanpa keluarga atau yang tidak mempu membayar pemakaman.

Menurut angka terbaru, Negara bagian New York sekarang memiliki lebih banyak kasus virus corona dibandingkan negara mana pun di dunia.

Pada Kamis, kasus Covid-19 di negara bagian itu melonjak 10.000 menjadi 159.937, dengan 7.000 korban meninggal.

Sebagai perbandingan, Spanyol memiliki 153.000 kasus dan Italia 143.000, sedangkan China, tempat virus itu muncul tahun lalu, telah melaporkan 82.000 kasus.

Secara keseluruhan, Amerika Serikat (AS) telah mencatat 462.000 kasus dan hampir 16.500 kematian, sementara jumlah total kasus secara global telah mencapai 1,6 juta dengan 95.000 kematian.

Rekaman yang diambil dengan drone itu berasal dari Pulau Hart, di luar Bronx di Long Island Sound, yang telah digunakan selama lebih dari 150 tahun oleh pejabat kota sebagai tempat pemakaman massal bagi mereka yang tidak memiliki saudara terdekat, atau keluarga yang tidak mampu membayar pemakaman.

Besar kemungkinan peti mati yang terlihat dalam rekaman itu digunakan untuk korban virus corona, tetapi tidak jelas apakah mereka termasuk dalam kategori orang-orang yang tidak berkeluarga atau tak mampu membayar pemakaman, seperti disebutkan.

Menurut Departemen Pemasyarakatan, operasi pemakaman di situs tersebut telah meningkat di tengah pandemi dari satu hari sepekan menjadi lima hari sepekan.

Tahanan dari Pulau Rikers, kompleks penjara utama kota, biasanya melakukan pekerjaan itu, tetapi meningkatnya beban kerja baru-baru ini diambil alih oleh kontraktor.

Wali Kota New York Bill de Blasio mengindikasikan awal pekan ini bahwa "pemakaman sementara" mungkin diperlukan sampai krisis telah berlalu.

"Jelas tempat yang kita gunakan secara historis adalah Pulau Hart," katanya sebagaimana dilansir BBC, Jumat (10/4/2020).

Jumlah kematian akibat virus korona di negara bagian New York meningkat 799 pada Rabu, rekor tertinggi untuk hari ketiga. Tetapi Gubernur Andrew Cuomo mengatakan bahwa jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit New York turun untuk hari kedua, menjadi 200. 

Dia mengatakan itu adalah pertanda jarak sosial bekerja. Dia menyebut wabah itu sebagai "ledakan diam yang beriak di masyarakat dengan keacakan yang sama, kejahatan yang sama yang kita lihat pada 9/11".

Secercah harapan lainnya digembar-gemborkan pada Kamis karena proyeksi resmi untuk jumlah korban jiwa nasional diturunkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini