Virus Corona Miliki Amplop Glikoprotein, Begini Cara Membasminya

Rani Hardjanti, Okezone · Senin 13 April 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 65 2198396 virus-corona-miliki-amplop-glikoprotein-begini-cara-membasminya-9Q1qWBmeI3.jpg Ilustrasi virus corona. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tim Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Ika Puspita Sari S.Si M.Si Apt, memaparkan virus corona (covid-19) memiliki lapisan dinding virus yang tersusun dari amplop glikoprotein yang membungkus RNA di bagian dalamnya.

Supaya virus ini bisa mati maka dibutuhkan bahan yang mampu merusak amplop dan material di dalamnya. Amplop itu tidak akan hancur dengan air saja sehingga perlu bahan lain yakni alkohol atau srufaktan (sabun) sesuai saran WHO.

Lantas, apakah ada bahan lain yang bisa menghancurkan covid-19? Ika menjelaskan bahwa Enviromental Protection Agencies (EPA) telah merilis 351 sediaan yang dapat digunakan sebagai disinfektan untuk membunuh virus termasuk virus corona dengan waktu kontak yang efektif.

Salah satu sediaan yang dimaksud adalah etanol dengan konsentrasi minimal 60 persen. Dengan konsentrasi tersebut diketahui dapat melarutkan bagian apolar dari dinding virus sehingga virus akan rusak.

Selain itu, bahan golongan klorin (klorin dioksida, sodium hipoklorit, dan asam hipoklorit) bisa membunuh virus dengan jalan masuk menembus dinding virus dan akan merusak bagian dalam virus.

Contoh sediaan lainnya adalah benzalkonium klorida yang termasuk golongan surfaktan kationik yang saat ini banyak digunakan pada cairan disinfektan. Kendati begitu, kedua bahan ini mudah menguap sehingga berisiko mengganggu pernapasan jika terhirup.

"Ada juga hidrogen peroksida merupakan senyawa oksidator kuat yang bisa merusak dinding virus dan material di dalamnya. Namun, penggunaan berlebih akan mengakibatkan iritasi hingga kerusakan kulit," ucapnya. 

Ganggu Ekosistem

Sementara Dekan Fakultas Farmasi UGM, Profesor Dr Agung Endro Nugroho S.Si M.Si Apt, tidak menyarankan penyemprotan disinfektan langsung kepada manusia dan makhluk hidup. Selain tidak efektif, hal itu dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem.

Pengunaan bilik penyemprotan dengan disinfektan langsung kepada manusia juga tidak disarankan, kecuali memakai cairan antiseptik yang sudah dipastikan aman dan melindungi bagian tubuh yang terbuka terhadap paparan.

"Untuk manusia, pencegahan terhadap penularan virus bisa dilakukan dengan sering mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer, menjaga pola makan dan pola hidup sehat untuk menjaga imunitas," jelasnya.

Menurutnya, penyemprotan disinfektan terhadap lingkungan juga perlu dipertimbangkan kembali. Penyemprotan dapat dilakukan dengan membatasi jumlah dan daerah yang disemprot. Misalnya, ruangan yang membutuhkan sterilitas di rumah sakit dan ruangan yang terdapat PDP.

"Cara terbaik menggunakan disinfektan adalah langsung mengelap/mengusap pada benda-benda yang diperkirakan rentan tertempel covid-19," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini