7 Fakta SNMPTN 2020 di Tengah Covid-19

Rani Hardjanti, Okezone · Senin 13 April 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 65 2198405 7-fakta-snmptn-2020-di-tengah-covid-19-8hA4px3wbj.jpg Ilustrasi SNMPTN. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 telah berhasil dilakukan. Meski dalam perjalanannya sempat dihadang covid-19, prosesi SNMPTN berhasil dijalankan dengan baik.

Dalam pelakasanaan SNMPTN tahun ini ada yang berbeda dari sebelumnya. Tahun ini pemerintah mengimplementasikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Program ini merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah bagi siswa berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi. Sehingga pada tahun ini, siswa peserta KIP sudah bisa duduk di bangku perguruan tinggi negeri.

Berikut ini tujuh fakta pelaksanaan SNMPTN 2020:

1. Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Muhammad Nasih menyampaikan tahun ini terdapat 15.296 sekolah yang mengisi Pangkalan Data Sekolah Siswa (PDSS). Kemudian sebanyak 2.005.615 siswa terdaftar di PDSS. Sementara jumlah siswa yang berhak mendaftar sesuai ketentuan sebesar 561.521 siswa. Hanya 489.601 pelamar eligibel berhasil melakukan finalisasi pendaftaran SNMPTN.

2. Pada tahun ini kuota siswa yang boleh mendaftar dibatasi tidak berdasarkan ranking, tetapi berdasarkan persentase dari total siswa. Jadi kalau sebuah sekolah itu 100 siswanya dan terakreditasi A, maka yang bisa mendaftar hanya 40 siswa.

3. Total daya tampung jalur SNMPTN 2020 sebesar 101.772 dengan persentase diterima dibandingkan daya tampung sebesar 94,82 persen.

4. Secara umum jumlah peserta yang lolos seleksi SNMPTN 2020 sebesar 19,74 persen untuk peserta reguler dan 26,32 persen peserta KIP-Kuliah.

5. Peserta yang tidak lulus SNMPTN 2020 masih mendapat kesempatan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, serta penerimaan mandiri dari masing-masing PTN.

6. Tentang pendaftaran setelah pengumuman di masa darurat covid-19, dijelaskan bahwa siswa yang telah lulus dapat menyesuaikan dengan aturan yang terdapat di masing-masing perguruan tinggi serta sesuai yang telah disepakati. Tetapi bagi yang memiliki masalah ekonomi bisa mengajukan keringanan dan itu sesuai aturan yang selama ini sudah berjalan.

7. Agar calon mahasiswa baru dapat menaati jadwal daftar ulang yang ditentukan agar perguruan tinggi dapat memiliki data yang baik untuk kebijakan jalur penerimaan mahasiswa baru lainnya. Jika ada kendala ekonomi jangan menunda daftar ulang. Tetapi sampaikan ada kesulitan ekonomi dan lain-lain yang menyebabkan yang bersangkutan tidak bisa segera membayar. 

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini