Kembangkan Aplikasi Recon, Nadiem Makarim: Satu Tujuan Lawan Covid-19

Rani Hardjanti, Okezone · Senin 13 April 2020 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 65 2198559 kembangkan-aplikasi-recon-nadiem-makarim-satu-tujuan-lawan-covid-19-0e6UanJnXZ.jpg Mendikbud Nadiem Makarim. (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengembangkan sebuah program dalam jaringan (daring) untuk memfasilitasi pelibatan publik dalam penanganan corona virus disease (covid-19) yang diberi nama Relawan Covid-19 Nasional (Recon).

Platform berbasis web ini menjadi media monitoring dan evaluasi bagi program relawan kemanusiaan Ditjen Dikti, serta membantu kegiatan preventif dan promotif penanganan covid-19 di Indonesia.

"Saya ucapkan selamat atas diluncurkannya aplikasi ini. Semoga semakin memudahkan masyarakat dalam mengatasi pandemi ini serta bagi para relawan dan pembimbingnya untuk melakukan tugas-tugasnya dalam membantu pemerintah menangani pandemi covid-19," ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Platform Recon menjadi sangat penting karena menghubungkan kerja berbagai relawan kemanusiaan Ditjen Dikti secara nasional dari masing-masing wilayah tugas.

"Semangat gotong royong, kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan berbagai macam perbedaan dan mengedepankan tujuan bersama untuk melawan covid-19 akan sangat menentukan seberapa cepat kita bisa melalui masa sulit ini," tambah Nadiem.

Aplikasi Recon Kemendikbud. (Foto: Istimewa)

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, menjelaskan Recon didesain sebagai media manajemen relawan covid-19, terutama relawan mahasiswa kesehatan yang sudah tergabung.

Recon juga berfungsi memfasilitasi relawan untuk dapat memberikan layanan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta pendampingan secara daring kepada masyarakat.

Platform ini juga dapat memfasilitasi kegiatan tracing/tracking orang dalam pemantauan (ODP), konsultasi dan pendampingan tenaga medis, serta menjadi media untuk meningkatkan edukasi publik terhadap pencegahan dan penanganan covid-19 di Indonesia. Hal tersebut dilakukan oleh para relawan mahasiswa kesehatan dan para dokter sebagai case manager (CM).

"Implementasi platform ini akan lebih banyak berada di Fakultas Kedokteran yang terhubung di dalam Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia, dan adik-adik mahasiswa yang terkoordinasi melalui Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia," jelas Nizam.

Ia melanjutkan, platform ini akan terus dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Dikti. Sampai saat ini juga sedang dalam proses diintegrasikan dengan aplikasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sehingga manfaatnya nanti akan lebih dirasakan masyarakat secara luas.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbud Aris Junaidi mengungkapkan saat ini telah bergabung lebih dari 15 ribu relawan untuk mendukung pemerintah dalam menangani pandemi covid-19.

Dengan rincian terdiri dari tenaga medis/kesehatan 2.136; mahasiswa co-asistensi atau yang sedang menempuh pendidikan profesi dokter Indonesia 1.062; mahasiswa S-1 kedokteran 2.493; mahasiswa bidang farmasi 461; mahasiswa kebidanan 315; mahasiswa keperawatan 1.272; mahasiswa kesehatan masyarakat 744; dan mahasiswa bidang kesehatan lain 3.031; mahasiswa nonkesehatan 2.739; dan kelompok masyarakat umum 1.442. 

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini