Tiga Gedung di Cirebon Disiapkan untuk Karantina ODP

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 14 April 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 14 525 2199015 tiga-gedung-di-cirebon-disiapkan-untuk-karantina-odp-t338KsSxjI.jpg Pemkot Cirebon siapkan tiga lokasi untuk karantina ODP. (Foto : Ist)

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menyiapkan tiga gedung sebagai tempat karantina sementara bagi orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona (Covid-19). Ketiga gedung itu bisa dipakai bila diperlukan.

Tiga tempat itu adalah gedung eks Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), gedung Pusdiklatpri (eks asrama haji), serta gedung Negara.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, satu dari tiga gedung tersebut sudah sangat siap dijadikan tempat karantina sementara ODP. Gedung tersebut adalah gedung BKKBN yang sudah menyediakan 40 tempat tidur.

Edy memaparkan, selain menyediakan 40 tempat tidur, di gedung BKKBN terdapat berbagai fasilitas tambahan lainnya seperti WC dan AC. Para ODP itu akan mendapat makan tiga kali setiap harinya.

Tempat karantina untuk ODP di Cirebon. (Ist)

Selain itu, ada satu orang dokter umum, satu orang perawat, tiga tenaga pendukung, tiga relawan, tiga orang analis, satu orang surveilans yang disiagakan.

"Untuk yang sudah siap itu di BKKBN. Ada 40 tempat tidur. Namun dua gedung lainnya belum. Ada juga dokter dan petugas yang disiagakan. Termasuk Satpol PP, TNI-Polri jika diperlukan," kata Edy kepada wartawan, Selasa (14/4/2020).

Edy menyampaikan, dari regulasi saat ini, bila didapati ada ODP positif berdasarkan dua kali hasil rapid test, ia harus menjalani masa karantina selama 14 hari. Kemudian, setelah seminggu karantina, ODP ini akan di-rapid test kembali. Kalau ia dinyatakan negatif dalam dua kali rapid test, ODP tersebut bisa diperbolehkan pulang.

Baca Juga : 4.500 Pekerja di Majalengka Terancam Dirumahkan Imbas Covid-19

"Minimal dua kali test. Jika dalam dua kali rapid test positif, ia akan dites PCR atau swab test, ini lebih akurat hasilnya. Tapi untuk karantina juga ada kriterianya, seperti ODP positif yang tidak mungkin karantina mandiri. Tapi kalau positif, langsung kita rujuk ke RS," ujar Edy.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini