Perketat Daerah Perbatasan, Pemkot Kupang Tolak Warga dari Luar Daerah

Adi Rianghepat, Okezone · Jum'at 17 April 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 17 340 2200692 perketat-daerah-perbatasan-pemkot-kupang-tolak-warga-dari-luar-daerah-2mryoxcf3m.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

KUPANG - Pemerintah Kota Kupang mulai melakukan pengetatan masuknya warga menggunakan kendaraan dengan menempatkan sejumlah petugas, di perbatasan wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, yang dimungkinkan dibawa masuk oleh warga dari berbagai daerah tetangga seperti Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Belu, Malaka dan bahkan warga negara Timor Leste.

Sejumlah petugas dari dinas perhubungan ditempatkan di pintu perbatasan wilayah dengan sejumlah peralatan pemeriksaan termasuk alat pengukur suhu tubuh. Setiap kendaraan yang masuk diminta berhenti dan para penumpang dan pengemudinya turun dan dilalukan pengukuran suhu badan.

"Jika ditemukan ada pengemudi atau penumpang yang bergejala atau minimal bersuhu badan lebih dari batas normal yaitu di atas 38 derajat, maka akan langsung ditangani," kata Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man kepada Okezone, Jumat (17/4/2020).

 Korban Covid-19

Hermanus Man yang adalah juga seorang dokter itu mengemukakan, jika orang tersebut warga Kota Kupang maka langsung ditangani petugas medis di Puskesmas terdekat. Hal sama juga jika dialami warga Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan Kota Kupang.

"Langsung diarahkan ke Puskesmas di wilayahnya yaitu di Puskesmas Tarus," katanya.

Namun demikian jika terjadi kepada warga dari daerah lainnya seperti Kabupaten TTS, TTU, Belu, Kabupaten Malaka bahkan warga negara Timor Leste maka, petugas akan berkoordinasi dengan pihak posko Covid-19 untuk penanganan aelanjutnya. Namun yang pasti dilarang masuk Kota Kupang.

"Kami tidak terima masuk kota. Tanya ke provinsi saja," katanya.

Aksi pengetatatan perbatasan itu dilakukan sejak Rabu 16 April 2020 dan akan dilakukan setiap hari dan berdurasi selama sebulan penuh.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini