Politikus Aljazair Serukan Tak Puasa Berpuasa Selama Ramadan karena Wabah Corona

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 18 April 2020 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 18 18 2201185 politikus-aljazair-serukan-tak-puasa-berpuasa-selama-ramadan-karena-wabah-corona-h0Qpztm5Ah.jpg

ALJIR – Seorang politikus Aljazair, Noureddine Boukrouh, menyerukan agar puasa di Ramadan tahun ini dihentikan karena "menimbulkan risiko kesehatan dan berkontribusi terhadap mewabahnya virus corona".

Mantan pimpinan Partai Pembaruan Aljazair (PRA) itu menerbitkan sebuah artikel di Facebook dengan judul "Coronavirus and civilizations", di mana ia menyerukan penangguhan puasa tahun ini karena penyebaran COVID-19.

"Umat Muslim harus menunda puasa, karena tubuh yang lapar dapat meningkatkan kerentanannya dan merangsang penyebaran virus COVID-19 atau memilih untuk berpuasa dan menghadapi risiko wabah virus yang lebih luas," tulis Boukrouh sebagaimana dilansir Middle East Monitor.

Artikel tersebut memicu gelombang kontroversi di Aljazair, terutama di media sosial, di mana beberapa orang melihat saran Boukrouh sebagai aturan yang merangsang peluncuran yurisprudensi dalam menangani krisis. Di sisi lain, banyak yang mengkritiknya karena ikut campur “dalam masalah agama murni yang hanya sarjana agama Islam dan kedokteran dapat menangani ”.

Baik Kementerian Agama maupun lembaga keagamaan lainnya di Aljazair tidak memberikan komentar tentang masalah ini.

Boukrouh mengatakan dia telah menulis artikel setelah diskusi diadakan di Masjid Al-Azhar terkait subyek itu pada 7 April.

Pekan lalu, Pusat Fatwa Elektronik Al-Azhar Internasional menyatakan di Facebook bahwa “seorang Muslim tidak diizinkan untuk membatalkan puasa di bulan Ramadhn kecuali jika dokter memutuskan dan secara ilmiah membuktikan bahwa puasa akan membuatnya rentan terhadap infeksi dan kematian oleh virus corona; sebuah fakta yang tidak terbukti secara ilmiah sampai saat ini."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini