Virus Corona, Masjid Agung Bahrain Tetap Mengadakan Salat Tarawih

Rachmat Fahzry, Okezone · Selasa 21 April 2020 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 18 2202587 virus-corona-masjid-agung-bahrain-tetap-mengadakan-salat-tarawih-cgDxlnQek6.jpg Masjid Agung Al Fateh Bahrain. (Foto/Wikimedia Commons)

MANAMAH - Kementerian Kehakiman, Urusan Islam dan Wakaf Bahrain mengumunkan bahwa Masjid Agung al-Fateh tetap mengadakan salat tarawih sepanjang bulan Ramadan.

“Masjid Al Fateh akan dibuka untuk [salat] Isya dan Tarawih sepanjang bulan suci”, kata Kementerian Kehakiman mengutip Al Arabiya, Selasa (21/4/2020)

Kementerian Kehakiman menekankan bahwa keputusan tersebut didukung Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifah.

Pengumuman ini sekaligus mengikuti konfirmasi sebelumnya bahwa Masjid al-Fateh juga dibuka kembali untuk salat Jumat.

"Namun, salat Jumat, Isya dan Tarawih akan terbatas, dengan kewajiban untuk mengenakan masker dan di bawah pengawasan otoritas kesehatan yang kompeten," menurut Kementerian tersebut.

Pembatasan ketat seperti dalam satu shaf tidak lebih dari lima orang, aturan jarak sosial menjaga jarak setidaknya dua meter dan mengenakan jamaah menenakan masker saat salat di Masjid al-Fateh.

Bahrain sebelumnya melarang warga salat di masjid-masjid di wilayah pada 23 Maret sebagai upaya memperlambat penyebaran wabah virus corona.

Virus corona di Bahrain telah mengjangkiti 1.907 orang dan menyebabkan 7 kematian.

Masjidil Haram dan Masjib Nabawi tutup

Pemerintah Arab Saudi akan meniadakan salat berjamaah di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah selama bulan suci Ramadan sebagai langkah pencegahan terhadap pandemi virus corona (COVID-19). Penutupan kedua masjid suci itu dikonfirmasi Presidensi Urusan Dua Masjid Suci melalui Twitter pada Selasa (21/4/2020).

Diwartakan Al-Arabiya, otorita yang bertanggung jawab atas tempat-tempat suci di Arab Saudi itu dalam tweetnya menetapkan bahwa Itikaf, atau beribadah semalaman di dalam masjid, akan ditangguhkan selama Ramadan, begitu juga dengan salat lima waktu dan salat malam selama Ramadan, Tarawih.Hal itu juga disampaikan oleh Presiden Jenderal Presidensi untuk Urusan Dua Masjid Suci, Sheikh Abdulrahman Al-Sudais dalam cuitan terpisah.

Setiap Ramadan, bulan paling suci dalam agama Islam, jamaah Muslim menghabiskan sepuluh hari terakhir dalam sebulan di itikaf atau isolasi di dalam masjid atau di rumah mereka untuk semata-mata mendedikasikan waktu mereka dalam doa dan membaca Quran.

Bulan lalu, Arab Saudi menangguhkan semua salat berjamaah di masjid di seluruh Kerajaan sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona. Selama waktu ini, satu-satunya salat berjamaah yang diizinkan untuk terus berjalan adalah di Dua Masjid Suci di Mekah dan Madinah tersebut.

Awal pekan ini, Dewan Sarjana Senior Arab Saudi mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk berdoa di dalam rumah mereka selama Ramadan jika mereka tinggal di negara-negara yang memberlakukan pembatasan virus corona seperti jam malam dan penguncian.

Keputusan untuk menghentikan salat di masjid-masjid terjadi setelah pertemuan antara badan keagamaan tertinggi Arab Saudi, Dewan Ulama Senior, dan Menteri Kesehatan di kerajaan itu.

“Ini dianggap sebagai kewajiban agama yang ditentukan oleh Syariah Islam dan aturan umum dan spesifiknya. Semua orang tahu bahwa pandemi ini membutuhkan tindakan pencegahan termasuk mencegah segala bentuk pertemuan tanpa terkecuali,” kata Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, Mohammed al-Issa, saat itu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini