Satu Desa di Ponorogo Ini Sukses Pertahankan Zona Hijau Corona

Agregasi Madiun Pos, · Rabu 22 April 2020 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 519 2203186 satu-desa-di-ponorogo-ini-sukses-pertahankan-zona-hijau-corona-YBsiuDFQeo.JPG Satu kecamatan di Ponorogo, Jatim sukses pertahankan status zona hijau Covid-19 (Foto: Madiunpos)

PONOROGO - Wilayah Kabupaten Ponorogo jadi satu dari 35 kabupaten/kota zona merah virus corona (Covid-19) di Provinsi Jawa Timur. Di Ponorogo hampir semua kecamatan yang berjumlah 21 itu memiliki kasus Covid-19 dengan tiga di antaranya berstatus zona merah.

Hanya satu kecamatan atau desa yang berhasil mempertahankan status zero Covid-19, yakni Kecamatan Pudak. Jangankan memiliki pasien positif Covid-19, kecamatan paling selatan di Ponorogo ini bahkan tak memiliki pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG).

Kecamatan hasil pemekaran Kecamatan Sooko ini hanya memiliki orang dalam risiko (ODR) sebanyak 83. Dikutip dari laman Madiunpos, Rabu (22/4/2020), ODR berada di tingkatan paling atas atau yang paling ringan dalam piramida orang terkait kasus corona dengan posisi yang paling bawah diisi pasien positif.

Sementara tiga kecamatan yang masuk zona merah adalah Ponorogo dengan satu pasien positif Covid-19, Balong (3 pasien positif) dan Slahung (2 pasien positif). Selanjutnya, terdapat sembilan kecamatan yang berstatus zona oranye artinya memiliki PDP namun nol pasien positif. Dan delapan kecamatan berstatus zona kuning karena hanya memiliki ODP, OTG dan ODR.

Jumlah pasien positif di Ponorogo tidak bertambah sejak 10 April 2020 lalu, yakni enam dengan satu di antaranya telah sembuh. Sementara itu secara total ada 27 PDP, 367 ODP, dan 49 OTG, dan 13.515 ODR.

Infografis COVID-19

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni berujar bahwa pihaknya akan memperketat pemeriksaan di wilayah-wilayah perbatasan terutama di wilayah perbatasan dengan Magetan. Langkah itu menyusul ditetapkannya Desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan sebagai klaster baru Covid-19. Sebanyak 43 santri asal Malaysia positif Covid-19 setelah pulang dari pondok pesantren di Temboro.

"Saya sudah minta seluruh kepala desa untuk meningkatkan pengawasan dan pendataan orang yang datang ke daerahnya. Khusus yang dari Temboro ini saya minta ada perlakukan khusus, yaitu dilakukan isolasi di tempat yang disediakan desa agar lebih mudah pengawasannya,” ujar Ipong beberapa waktu lalu.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini