Pemantauan Hilal di Kupang Tak Terlihat karena Berada pada 3 Derajat

Adi Rianghepat, Okezone · Kamis 23 April 2020 18:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 23 340 2203867 pemantauan-hilal-di-kupang-tak-terlihat-karena-berada-pada-3-derajat-uUmOX53Pk7.jpg Pemantauan hilal di Kupang (foto: Okezone,com/Adi)

KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, memastikan hilal yang dipantau dalam Rukyatul Hilal jelang Ramadan 1441 Hijriah, sulit terlihat.

"Hal ini karena posisi ketinggian hilal atau bulan berada di angka 3 derajat," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Sholakhudin Noor saat kegiatan Rukyatul Hilal di Gedung BMKG Kupang, Kamis (23/4/2020).

Menurut dia, kesulitan untuk melihat bulan (hilal) karena ketinggian bulan berada di bawah 5 derajat.

"Biasanya kalau di bawah 5 derajat agak sulit dilihat. Normalnya di atas 5 derajat posisi hilalnya baru bisa mudah dilihat," katanya.

 Hilal

Matahari, kata dia tenggelam pada 17.38 menit dan pada saat itu tinggi bulan berada di 3 derajat dan akan terus turun hingga 17.55 menit.

"Jadi waktu kita untuk mencari hilal hanya 17 menit. Itu kesulitannya apalagi di ufuk terjadi penguapan yang menghalangi pandangan," katanya.

Meskipun begitu, dia memastikan kalau saat ini usia bulan sudah mencapai 7 jam 12 menit. Hal itu berarti sudah terjadi bulan baru. Karena matahari dan bulan sudah bertemu alias konjungsi pada pukul 10.25 pagi tadi.

"Jadi bisa disebut sudah bulan baru karena bulan sudah turun di belakang matahari?" Kata Sholakhudin menjelaskan.

Pada kondisi seperti ini, biasanya akan ada satu tempat rukyatul di Indonesia yang akan menjadi referensi bagi Sidang Isbat memutuskan awal Ramadan 1441 H.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini