nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UG-TechnoPark, Wujud Nyata Sumbangsih Universitas Gunadarma bagi Negara dan Masyarakat

Wilda Fajriah, Okezone · Sabtu 25 April 2020 09:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 04 25 65 2204655 ug-technopark-wujud-nyata-sumbangsih-universitas-gunadarma-bagi-negara-dan-masyarakat-32G15dOYJL.jpg local guides connect

SEBAGAI salah satu Perguruan Tinggi swasta terbaik yang sudah berdiri selama lebih dari tiga dekade, Universitas Gunadarma (UG), terus memberikan sumbangsihnya bagi bangsa dan negara, khususnya dalam dunia pendidikan, teknologi terpadu, pertanian, hingga pariwisata. Sebagai salah satu wujud nyata sumbangsih tersebut, UG membangun Universitas Gunadarma Technopark (UG-TechnoPark).

UG-TechnoPark merupakan komplek atau kawasan pengembangan teknologi, manajemen, pendidikan, dan bisnis secara terpadu. Lokasi UG-TechnoPark berada di Desa Jamali-Mulyasari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Kawasan tersebut bersifat holistic integrative untuk menunjang kegiatan pendidikan, pertanian terpadu, pariwisata dan pengembangan teknologi terpadu. Sehingga, UG-TechnoPark ini nantinya akan menjadi icon sekaligus wujud dari multidisiplin ilmu yang ada di Universitas Gunadarma.

Menurut Prof. Budi Hermana, Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) Universitas Gunadarma, tujuan pembangunan UG-TechnoPark adalah sebagai fasilitas pendidikan dan penelitian bagi dosen, mahasiswa UG dan mitra kerjasama UG, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan TIK atau teknologi tepat guna pada berbagai bidang ilmu yang dikembangkan di UG. “Technopark mulai dibangun secara intensif tahun 2015 dengan tahap pertama seluas 5 ha dari 60 hektar yang tersedia,” jelasnya.

Nilai strategis dari keberadaan UG-TechnoPark dikaitkan dengan kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya tentang Kampus Merdeka, yang harus segera diimplementasikan paling lambat dalam dua tahun. UG sedang mengembangkan konsep tersebut di UG-TechnoPark, yaitu sebagai pembelajaran di luar kelas, misalnya dengan metode project based learning atau pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui startup business berbasis teknologi. “Lingkungan masyarakat di sekitar UG-TechnoPark juga dapat dijadikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa,” jelas Prof. Budi.

Prof. Budi menambahkan, sarana di UG-TechnoPark pada dasarnya adalah spektrum teknologi, yang mendukung pengembangan IPTEKS di semua program studi dan semua jenjang pendidikan di UG. Sarana yang sudah di antaranya:

a. Systematic Garden dan koleksi tanaman langka Indonesia

b. Taman bunga hias dan cafe dg QR Code (sistem pengenalan tanaman berbasis TIK)

c. Camping zone

d. Playing ground

d. Taman dan rumah pohon

e. Pomology zone atau koleksi buah2an

f. Mobil listrik

Sedangkan sarana baru khusus zona technology, khususnya smart farming, yaitu:

a. Taman Robotika untuk penananam bibit

b. Listrik tenaga surya

c. Smart hidroponik tenaga surya

d. Smart drip irrigation tenaga surya

e. Fish detection and identification

f. Infinity mirror bridge

Dalam Rencana Induk Perencanaan Pembangunan (Master Plan) UG-TechnoPark disebutkan bahwa fungsi dari kawasan tersebut adalah sebagai kawasan Agroecoedutourism dan sebagai salah satu objek promosi institusi ke masayarakat. Di dalam UG-TechnoPark dibuat cluster-cluster/zonasi yang secara spesifik dan fokus mengembangkan suatu aspek penerapan teknologi terpadu.

Kawasan ini memuat sebuah kawasan Agropark, Technopark, Ecopark, Agroscience, Edupark, Tourismpark, Sport Sciencepark dan lain-lain yang diintegrasikan menjadi Agrotechnoecoedutourism Park. Kawasan Agrotechnopark merupakan kawasan untuk pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi, seperti teknologi pasca panen, zona peternakan, perikanan maupun budidaya pertanian.

Kawasan Technopark merupakan kawasan untuk pengembangan sektor industri pengolahan berbasis teknologi, yakni pengolahan pasca panen, bengkel kerja teknologi tepat guna, pengolahan limbah industri dan lainnya.

Sedangkan kawasan Ecoedupark adalah kawasan edukatif yang merupakan kawasan informasi  teknologi, zona wisata, maupun belanja. Agroscience Park (ASP) dan  Agrotechno Park (ATP) adalah suatu kawasan yang berfungsi untuk menerapkan berbagai jenis teknologi di bidang pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, peternakan, perikanan, dan  pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji oleh berbagai LPNK, swasta, PTN/PTS, untuk diterapkan dalam skala ekonomi, serta tempat pelatihan dan pusat transfer teknologi ke masyarakat luas.

(cm) (fmi)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini