Share

Lockdown di Thailand, Bocah 10 Tahun Bersikeras Jualan Sayuran

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 29 April 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 18 2206571 lockdown-di-thailand-bocah-10-tahun-bersikeras-jualan-sayuran-TQrWgtksG4.jpg Xiao Dong (10 tahun) berjualan sayuran sejak kelas 1 SD. (Foto/Sin Chew).

SONGKHLA- Meski wabah corona masih terjadi, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun bersikeras mengendarai sepeda roda tiganya untuk berjualan sayuran, demi membantu keluarganya. 

Xiao Dong yang berusia 10 tahun, tinggal di Songkhla, Thailand bersama seorang nenek berusia 56 tahun, seorang kakek buyut berusia 96 tahun yang sakit di tempat tidur, dan seorang nenek buyut berusia 89 tahun. 

(Baca Juga: Sudah Dilarang, Masih Ada 40 Masjid Gelar Tarawih di DKI Jakarta)

Nenek Xiao bertugas menanam sayuran, sementara Xiao Dong berkeliling dengan sepedanya untuk menjual sayuran setiap hari.

Mengutip Sin Chew, Rabu (29/4/2020) Xiao mulai menjual sayur-sayuran dengan sepeda dari kelas satu hingga saat ini, ia duduk di kelas lima SD.

Foto/Sin Chew

Meskipun jalanan lebih sepi karena epidemi virus corona, dan pembeli berkurang, Xiao Dong bersikeras tetap berjualan. 

Ketika Perdana Menteri Thailand Prayut Chan o Chaa mengetahui kisah Xiao Dong, dia sangat khawatir dengan kondisi keluarga. PM Prayut pun meminta pemerintah setempat untuk membantu mereka sesegera mungkin. 

Pejabat Songkhla memberikan sembako kepada keluarga Xiao Dong dan akan terus memberikan bantuan sampai wabah virus corona berakhir. 

Jam malam

Thailand menerapkan jam malam malam nasional mulai Jumat, (3/1/2020) untuk menghentikan penyebaran virus corona.

"Kita semua perlu beradaptasi untuk bertahan dan bertanggung jawab kepada masyarakat sehingga kita dapat mengatasi krisis ini. Namun, untuk meningkatkan efektivitas mengendalikan penyebaran dan mengurangi perjalanan, saya mengeluarkan jam malam di seluruh negeri,” kata Perdana Menteri (PM) Thailand Prayut Chan-o-cha mengutip Strait Times, Jumat (3/1/2020).

"Tolong jangan panik dan [jangan] menimbun barang karena Anda bisa keluar untuk membelinya pada siang hari seperti biasa," lanjut PM Thailand.

Menurut perintah tertulis yang ditandatangani oleh PM Prayut, jam malam akan berlangsung dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi dan pelanggar bisa menghadapi 2 tahun penjara dan denda hingga 40.000 baht (setara Rp20 juta)

Perintah jam malam tidak berlaku untuk para pengangkut barang, bahan bakar, obat-obatan dan persediaan medis, dan pergerakan pasien serta tenaga medis. (fzy)

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini