Virus Corona AS, Seluruh Pantai di California Tutup

Rachmat Fahzry, Okezone · Kamis 30 April 2020 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 18 2207469 virus-corona-as-seluruh-pantai-di-california-tutup-J2IorcqaLj.jpg Satu Pantai di California, AS. (Foto/SF Gate)

CALIFORNIA - Gubernur Gavin Newsom menutup semua pantai dan taman di negara bagian California demi membendung penyebaran virus corona.

"Setelah liputan media yang dipublikasikan secara luas tentang pantai-pantai yang penuh sesak akhir pekan lalu, Gubernur Newsom akan mengumumkan besok bahwa SEMUA pantai dan semua taman negara bagian di California akan ditutup, efektif Jumat, 1 Mei," isi memo itu mengutip Reuters, Jumat (30/4/2020).

Kantor Gubernur Newsom dan Asosiasi Kepala Kepolisian California tidak menanggapi permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Pada Senin, 27 April, Gubernur Newson mengatakan bahwa kerumuman orang di pantai menghambat pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona.

Menanggapi usulan penutupan taman negara bagian dan pantai di California, Pengawas Orange County Donald Wagner mengatakan itu bukan langkah yang bijaksana.

"Para profesional medis memberi tahu kami pentingnya udara segar dan sinar matahari dalam memerangi penyakit menular, termasuk manfaat kesehatan mental," kata Wagner, seraya menambahkan bahwa perintah itu dapat merusak sikap kooperatif warga.

Melewati korban perang Vietnam

Korban jiwa terkait virus corona (COVID-19) Amerika Serikat (AS) telah melebihi warga AS yang tewas dalam Perang Vietnam, sementara jumlah kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di negara itu telah menembus 1 juta orang.

Berdasarkan penghitungan Reuters, hingga Selasa (28/4/2020), 58.233 telah meninggal karena COVID-19 di Amerika Serikat. Angka itu melampaui jumlah warga AS yang tewas dalam 16 tahun keterlibatan militer AS di Vietnam.

Dalam sehari rata-rata 2.000 orang di AS meninggal karena virus corona bulan ini.

Jumlah infeksi virus korona yang dikonfirmasi di AS telah berlipat ganda selama 18 hari terakhir, menembus angka 1 juta orang. Jumlah yang sebenarnya diyakini lebih tinggi, dengan pejabat kesehatan masyarakat negara bagian memperingatkan bahwa kekurangan pekerja terlatih dan kapasitas pengujian terbatas, sehingga banyak infeksi yang tidak tercatat.

Model penelitian Universitas Washington yang dikutip Gedung Putih memprediksi kematian akibat Covid-19 di AS akan mencapai lebih dari 74.000 pada 4 Agustus, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 67.000.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini